PJ Sekda Trenggalek Minta Guru Rutin Diberi Penyuluhan Bahaya Narkoba

Pariyo, PJ Sekda Kab. Trenggalek

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Untuk mencegah perdaran narkoba di kalangan pelajar, Pejabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, Pariyo berharap guru SMP dan MTs di Trenggalek, selalu  rutin diberi penyuluhan tetang bahaya narkoba, Minggu (4/11/2018).

Penyuluhan ini dilakukan karena, peredaran gelap narkoba dikalangan usia remaja khususnya di Trenggalek saat ini sudah cukup mengkhawatirkan. Para guru dilibatkan untuk ikut memerangi bahaya penyalagunaan dan peredaran gelap narkoba.

PJ Sekda Trenggalek, Pariyo menyampaikan rasa keprihatinannya dengan maraknya kasus narkoba di Kabupaten Trenggalek yang terkenal dengan kota santri.

Pariyo, juga mengingatkan kepada para guru, tokoh masyarakat dan orang tua untuk waspada dengan peredaran narkoba yang juga sudah masuk ke pesantren. Bahkan, anak usia SMP juga ada yang menjadi pengedar.

“Jumlah penghuni rutan di kabupaten Trenggalek ini semakin hari semakin banyak, dan prosentase tersandung kasus narkoba,” katanya.

Untuk itu Pariyo mengajak kepada seluruh komponen masyarakat, termasuk para pendidik di sekolah guru-guru BK untuk turut menyatakan perang melawan narkoba.

“Semua kami minta untuk membentengi diri anak-anak dan menjaga mereka dari bahaya narkoba, dengan jalan memberikan bekal keimanan yang utama. Berikan teladan yang baik kepada anak,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Trenggalek, Widarsono, menjelaskan bahwa pada tahun 2017, kasus narkoba di Trenggalek mencapai ratusan kasus, dengan jumlah tersangka yang juga ratusan. Sedangkan ditahun 2018 ini, sudah  memprihatinkan, sebagian besar dari tersangka rata-rata berusia remaja.

“Dari 38 Kabupaten Kota di Jawa Timur, untuk keberhasilan pengungkapannya  Trenggalek sudah baik,” pungkasnya. (ham)