Baznas dan BRILink Luncurkan Layanan Zakat di Warung

JAKARTA, KANALINDONESIA.COM: Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menjalin kerjasama dengan BRILink dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) dalam layanan zakat di warung dan kios-kios kecil jualan sembako.

Direktur Utama Baznas, Arifin Purwakananta, mengatakan layanan zakat di warung dan kios ini merupakan bagian dari zakat inklusi, yakni gerakan menegakkan syariat zakat di setiap jengkal tanah di Indonesia dan menjadikan zakat sebagai bagian dari kehidupan umat.

“Dengan konsep zakat inklusi, zakat bukan hanya dapat dijangkau di bank, mall atau masjid namun juga dapat dilayani di gang-gang kecil, di warung-warung kecil dan ke depan zakat dapat dilayani oleh tukang ojek, tukang sate dan berbagai bagian kehidupan masyarakat,. Tidak ada aktivitas masyarakat yang tidak tersentuh zakat,” ujar Arifin kepada Kanalindonesia.com usai acara di Warung Z-Mart, Jatinegara, Jakarta, Senin (5/11/2018).

Arifin menjelaskan, zakat yang dimaksud bukan hanya tentang penghimpunannya namun juga mengelola dan menyalurkannya. Dengan demikian, akan lebih mudah masyarakat saling tolong menolong saat membutuhkan.

Ia berharap masyarakat menjadi lebih bersemangat dalam menunaikan zakat karena fasilitasnya semakin banyak dan semakin mudah.

“Saya berharap kemudahan ini dapat mendorong masyarakat untuk peduli kepada sesama terutama dalam penanggulangan kemiskinan, kepedulian terhadap penderitaan masyarakat yang terkena bencana maupun kebutuhan fakir miskin di kota-kota dan desa-desa di seluruh Indonesia,” kata Arifin.

Menurutnya, Baznas melalui jaringan Z-Mart otomatis menjadi agen BRILink yang tersebar di seluruh daerah di Indonesia sehingga menjadi agen-agen kampanye kemudahan dan kemuliaan zakat, infak, dan sedekah.

“Z-Mart yang ada di Baznas otomatis menjadi agen BRILink sehingga setiap penjuru desa dan kota terus bergaung ajakan untuk berzakat,” ungkap Arifin.

Sementara itu, Dani Wildan selaku Kepala Bagian Pemasaran dan Kerjasama BRILink memaparkan BRILink adalah kepanjangan tangan Bank BRI untuk melayani masyarakat dalam melakukan transaksi keuangan sebagai perwujudan Lakupandai (Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam rangka Keuangan Inklusif) dan LKD (Layanan Keuangan Digital).

“Kami ingin ikut serta memberi kontribusi dalam penghimpunan dan pendistribusian zakat nasional, seperti yang diatur dalam Undang-undang Nomor 23 Tahun 2011. Aturan tersebut mengamanahkan pengelolaan zakat nasional kepada Baznas,” papar Dani.

Ia mengklaim layanan BRILink tersedia di lebih dari 318 ribu agen yang tersebar di seluruh Indonesia. Sedangkan pembayaran zakat, infak, sedekah, dan kurban dilakukan melalui mobile apps agen dan mesin Electronic Data Capture (EDC) BRILink dan disalurkan lewat Baznas.

“Untuk menjadi agen BRILink syaratnya cukup mudah. Ia harus menjadi nasabah Bank BRI. Nanti tim kami akan mensurvei calon agen BRILink,” tutur Dani. @Rudi