Melukai Hati Masyarakatnya, Oknum Dewan Dilaporkan ke BK DPRD KLU

Ketua Ampelu, Tarfiin Adam (Baju Biru) saat melakukan hearing di kantor aula sementara DPRD KLU, Selasa (6/11/2018).

TANJUNG,KANALINDOSNESIA.COM: Aliansi masyarakat Peduli Lombok Utara (Ampelu) akan laporkan salah satu oknum anggota dewan inisial (TL) ke Badan Kehormatan (BK) DPRD Lombok Utara. Hal ini dilakukan karena TL sudah menuliskan stetmen di akun facebooknya yang dinilai kontroversial.

“Jadi terkait itu, kita akan segerakan melakukan surat tertulisnya untuk diajukan ke BK,” Ungkap, Ketua Ampelu, Tarfiin Adam usai melakukan hearing di kantor aula sementara DPRD KLU, Selasa (6/11/2018).

Adam menjelaskan, pada saat masyarakat melakukan aksi demo beberapa lalu di depan kantor Bupati Lombok Utara. Oknum anggota DPRD inisial TL ini telah mengeluarkan steatmen melalui akun facebooknya, bahwa dibalik aksi damai yang dilakukan masyarakat beberapa waktu lalu, ada yang menggoreng atau menyetingnya.

Ia menegaskan, bahwa dalam aksi yang dilakukan tersebut merupakan murni atas kemauan masyarakat untuk memperjuangkan haknya. Karena yang ikut aksi adalah semua masyarakat korban bencana.

“Murni kita berjuang untuk memperjuangkan diri sendiri, karena kita adalah korban gempa,” tegasnya.

Dikatakannya, dalam aksi tersebut tidak ada unsur yang menggoreng atau menyetingnya. Apalagi sampai ada kepentingan politik didalamnya. Sebab aksi tersebut merupakan panggilan hatinya masing-masing.

Menurutnya, aksi tersebut merupakan bentuk perjuangan masyarakat yang saat itu dilakukan secara bersamaan untuk meminta haknya. Karena kalau bukan masyarakat sendiri yang memperjuangkannya maka siapa lagi yang akan melakukannya.

“Kita itu berjuang secara bersama sama, karena kalau bukan kita yang memperjuangkan hak kita ini, lalu siapa lagi yang akan memperjuangkannya,” katanya.

Lanjutnya, jadi wajar saja saat ini banyak masyarakat yang berteriak ke pemerintah, karena memang hunian tetap yang dijanjikan pemerintah saja, sampai saat ini belum ada satupun yang terbangun.

Karena itu menurutnya, wajar masyarakat bilang bahwa pemerintah tidak pernah bekerja. Diakuinya, memang pemerintah menawarkan beberapa solusi untuk persoalan ini, tapi tidak ada yang terealisasi.

“Tawaran solusi yang diajukan pemerintah itu malah tidak jalan, contohnya pembuatan rumah instan, itu tidak jalan,” Jelasnya.

Namun, dalam keadaan seperti ini justru ada oknum TL ini yang lantas tiba-tiba mengeluarkan pernyataan yang kontroversial. Apalagi TL ini merupakan seorang dewan, yang seharusnya ada diposisi masyarakat, justru melukai masyarakatnya dengan mengeluarkan pernyataan bahwa dibalik aksi demo beberapa waktu lalu ada yang “menggorengnya”.

Ditegaskannya, bahwa tidak ada kepentingan politik dalam ribuan barisan orang pada aksi tersebut. Sebab, bisa dibayangkan ribuan masa yang hadir pada saat itu adalah semuanya korban gempa. Jadi tidak mungkin bisa dikontrol oleh partai politik.

“Kita bayangkan ribuan orang yang ada pada saat itu, masa ribuan orang itu bisa di kontrol oleh partai politik, itu ndak mungkin dan tidak bisa,” katanya.

Sebab lanjutnya, tidak mungkin masyarakat dalam keadaan seperti ini bisa dikontrol oleh partai politik. Karena tidak ada waktu masyarakat memikirkan itu. Karena memang mereka dalam keadaan yang tidak stabil karena menjadi korban.

Dalam waktu satu dua hari ini, dirinya sudah berencana lakukan pelaporan tersebut. Karena saat ini sedang dilakukan penyusunan surat untuk melaporkan oknum TL tersebut.

“ Segera kami akan laporkan itu, teman-teman sudah menyusun suratnya itu dan mungkin satu, dua hari ini suratnya akan masuk,” pungkasnya. (Idam)