Kedapatan Membawa Narkoba Jenis Sabu Seberat 10 Gram, Pemuda Mojoanyar Dicokok Polisi

KANALINDONESIA.COM : AK(30), warga Dusun Grogolgede, Desa Gebangmalang, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto dicokok anggota Polsek Bangsal. Pasalnya dari tangan tersangka petugas kepolisian menamankan narkoba jenis sabu-sabu (SS) seberat 10 gram usai melakukan transaksi.

AKP Abdul Manaf selaku kapolsek Bangsal menuturkan terkait kronologi penangkapan pemuda yang sedang kedapatan bertransaksi narkoba tersebut. Penangkapan tersangka bermula saat patroli rutin yang dilakukan oleh jajarannya.

“Saat petugas sampai di Jalan Raya Dusun Tawangsari, Desa Ngrowo, petugas melihat gerak-gerik tersangka yang mencurigakan. Apalagi kondisinya juga malam hari,” ungkapnya. (16/10/2016)

Masih menurut Kapolsek, petugas langsung melakukan pengintaian dan penyelidikan terhadap pelaku. Tersangka kemudian diamankan setelah petugas menemukan barang bukti berupa SS seberat 10 gram di saku tersangka. Sempat terjadi kejar-kejaran antara petugas dan tersangka sebelum akhirnya petugas berhasil membekuk tersangka.

Baca:  Banmus DPRD Ponorogo, Tetapkan 5 Agenda Penting di Bulan Juli

“Tersangka sempat jatuh tersungkur ke aspal lantaran sengaja ditabrak salah satu petugas karena melakukan perlawanan dan meloloskan diri. Dalam keadaan tangan terborgol, tersangka juga masih nekat melarikan diri sampai keningnya sobek setelah terbentur stang motor tersebut. Tersangka merupakan sindikat narkoba jaringan antarpulau,” tegasnya.

Selain menjadi pengedar di wilayah Mojokerto, tersangka juga diduga menjadi pengedar di wilayah-wilayah lain. Seperti, Jombang, Sidoarjo dan Pasuruan. Hal ini dikarenakan, dari hasil pemeriksaan sementara, barang haram berupa 10 gram SS tersebut merupakan kiriman dari pulau Madura.

“Dari 10 gram SS tersebut, biasanya dipecah-pecah dalam bentuk paket hemat. Harganya, ada yang Rp 400 ribu, Rp 600 ribu dan Rp 800 ribu per poket, sesuai pesanan pelanggan. Untuk transaksinya, selain menggunakan cara ketemu langsung, tak jarang juga menggunakan sistem ranjau atau kedua pihak tidak saling ketemu,” paparnya.

Baca:  Bumi Reog Berdzikir Dihadiri Puluhan Ribu Warga PSHT Ponorogo

Untuk saat ini petugas kepolisian masih melakukan proses pengembangan terkait penangkapan tersangka. Kuat diduga bahwa ada pelaku lain yang juga dalam jaringan tersangka. Tersangka sendiri saat ini sudah berada di sel tahanan Mapolsek Bangsal untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.(elo)