Titik Longsor Bertambah, Petani Sumberwudi Amankan Mesin Pompa

LAMONGAN, KANALINDONESIA.COM; Ancaman tanah longsor kembali terjadi di Desa Sumberwudi Kecamatan Karanggeneng, di pinggir Bengawan Solo. Tak jauh dari lokasi longsor yang terjadi Senin (5/11/2018) lalu, muncul retakan tanah.

“Sekitar 50 meter di Selatan lokasi longsor pertama, muncul tanah. Cepat atau lambat berpotensi terjadi longsor,” kata Kasi Tanggap Darurat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamongan, Muslimin kemarin (6/11/2018).

Menurut dia, kondisi menunjukkan beberapa tanggul Bengawan Solo di wilayah Kabupaten Lamongan rawan terjadi longsor. Yakni di Desa Keduyung Kecamatan Laren dan Desa Sumberwudi Kecamatan Karanggeneng. Semuanya berada di kawasan tikungan aliran Bengawan Solo. Kalau hujan turun, ancaman terjadi longsor lebih besar.

“Saya kira mulai dari Kecamatan Karanggeneng sampai Laren banyak tikungan aliran Bengawan Solo yang bisa mengakibatkan longsor tangkisnya,” terang dia.

Dia melanjutkan, penyebab longsor lain yakni tangkis/tanggul Bengawan Solo banyak ditanami pohon pisang. Tanaman tersebut sudah dilarang ditanam ditanam ditanggul sungai, karena akarnya mengakibatkan tanah menjadikan gembur sehingga mudah terjadi longsor.

“Saya sudah berulang kali menyampaikan agar tidak menanam pohon pisang di tanggul, namun banyak warga yang tidak menghiraukan,” ujarnya.

Menurut dia, pohon pisang usai berbuah akan mati dan akarnya mengakibatkan pengumpulan air, sehingga mudah terjadi longsor. Dan lokasi longsor rata-rata banyak ditanami pohon pisang. Padahal sebelumnya juga pernah longsor di lokasi yang sama, juga banyak ditanamu pohon pisang.

“Saya berharap tanggul Bengawan Solo yang belum ada pohon pisang agar tidak ditanami seperti lainnya,” ujarnya.

Sementara, bergesernya tanah bantaran Bengawan Solo di wilayah Desa Sumberwudi bertambah ke wilayah Dusun/Desa Sumberwudi yang berjarak 500 meter dari lokasi awal di Dusun Glogok Desa Sumberwudi. Bangunan tempat pompa air terguling karena tanahnya longsor hingga kedalaman 2 meter. Beberapa petani mulai menyelamatkan mesin pompa yang berada di sekitar tempat tersebut.

Jurnalis: omdik/ferry
Editor : Arso