Mantapkan Pola Kurve Lingkungan, Kapolres Trenggalek Gelar Rakor

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Datangnya bencana, khususnya tanah longsor yang terjadi di beberapa wilayah dataran tinggi di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, menggelitik Polres Trenggalek untuk siapkan langkah antisipasi dengan melakukan koordinasi dengan stake holder untuk kesuksesan kurve lingkungan.

Rapat Koordinasi terkait antisipasi penanganan bencana alam tanah longsor tersebut, salah satunya dilaksanakan di titik rawan longsor yakni Kecamatan Kampak Kabupaten Trenggalek,Rabu (7/11/2018).

Kapolres Trenggalek, AKBP Didit B.W.S., S.I.K., M.H. didampingi Kapolsek Kampak Iptu Anwar, S.H. dan Camat Kampak, Drs. Hariyadi beserta Forkopimca jajaran hadir dalam Rakor ini. Sekurang-kurangnya 30 undangan diantaranya Waka Administrasi Perhutani KPH Kediri Selatan, Andi Iswindarto dan juga seluruh Kepala Desa dan Kepala Dusun se Kecamatan Kampak juga turut hadir.

AKBP Didit BWS menyampaikan beberapa penekanan mengingat saat ini sudah memasuki musim penghujan agar Muspika bersama perangkat desa segera menyiapkan tempat untuk melakukan koordinasi maupun pengungsian apabila terjadi bencana susulan sewaktu-waktu.

“Jangan Lupa berikan Sosialisasi kepada masyarakat disini agar tidak sembarang menebang pohon dan jaga kelestarian hutan,”ucap AKBP Didit.

Kapolres asal Surabaya ini meminta masyarakat juga menjaga saluran yang kini kerap menjadi permasalahan akibat sering luput dari perhatian warga.

“Diperhatikan juga supaya dibuatkan saluran irigasi guna mengantisipasi curah air yg tinggi,“ Imbuhnya.

Dia berjanji bersama TNI akan segera mengerahkan anggota agar membantu masyarakat dalam menjaga lingkungan terutama saluran dan kebersihan lingkungan warga.

“Kami bersama Bapak Dandim siap sewaktu-waktu menggerakkan anggota untuk ikut membantu penanganan bencana,” pungkasnya.

 

Camat Kampak, Hariyadi  menuturkan, pihaknya  akan lebih mendorong Kades dan Kasun di wilayah kerjanya agar lebih peka dan segera melaporkan setiap ada kejadian di wilayahnya terutama terkait bencana sehingga bisa segera diambil langkah penanganan dini.

“Kita akan sosialisasikan kepada kades dan kasun guna lebih perhatian pada kondisi lingkungan masing-masing,” tandasnya.(ham)