Gus Alam Minta’ Agar Tokoh Masyarakat Tidak Tergiur Investasi Bodong

Hadir dalam sosialisasi OJK Anggota DPR RI Alammudin Dimyati Rois meminta agar para tokoh masyarakat tidak tergiur Investasi bodong.

KENDAL – KANALINDONESIA.COM

Fenomena yang berkembang saat ini banyak pelaku investasi bodong yang sering memanfaatkan para tokoh masyarakat maupun tokoh agama.
‘’Sekarang ini lebih banyak para pelaku investasi bodong masuk di lingkungan tokoh masyarakat/agama, karena mereka mempunyai pengaruh dan kerap menjadi panutan untuk warga,’’ jelas anggota DPR RI Alamuddin Dimyati Rois pada acara Sosialisasi Otoritas Jasa Keuangan bertema Waspada Investasi Ilegal bagi Pelaku UMKM yang digelar di Adilla Resto, Kamis (8/11).
Sosialisasi yang diselenggarakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bekerja sama dengan Ikatan Alumni Al Fadllu wal Fadllilah (Ikaf) Kaliwungu dan diikuti sekitar 300 santri dari berbagai daerah di Kabupaten Kendal.
Kabag Pengawasan Pasar Modal Kantor Regional II Jateng-DIY Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Nur Satyo Kurniawan, menjelaskan, ciri-ciri investasi ilegal bisa dilihat dari segi badan hukum seperti PT, yayasan, tetapi yang mereka dirikan badan hukum, bukan badan usaha. Badan usaha tersebut harus mempunyai izin untuk menghimpun dana.
‘’Karena apapun bentuk dari badan hukum tersebut yang bisa memberikan izin pengelolaan dana hanya OJK,’’ ungkapnya.
Ditambahkanya, sebagai bentuk cir-ciri yang sering memberikan iming-iming yang menggiurkan untuk masyarakat. Pelaku investasi ilegal biasanya memberikan bunga yang sangat tinggi atau tidak masuk logika. Seperti memberikan bunga lima persen perminggu. Bisa juga dengan sistem piramida yang mencari anggota.
‘’Bagi pelaku UMKM agar dapat memahami jika ada yang menawarkan investasi bisa ditanya keabsahannya. Bisa juga menanyakan langsung ke OJK, BI, maupun institusi terkait,”katanya.
Ketua Kadin Kendal, Cahyanto, mengapresiasi kegiatan tersebut. Banyak ditemukan kasus investasi yang merugikan masyarakat dengan memberikan iming-iming entah berupa bunga yang menyebabkan masyarakat tertipu.
‘’Kehadiran OJK bisa memberikan pencerahan bahwa investasi harus sesuai dengan prinsip perbankan,”jelasnya(eko).