Manfaatkan Lahan Kosong dan Tepian Jalan Desa, Warga Canditunggal Buat Taman Toga

LAMONGAN, KANALINDONESIA.COM; Sekumpulan ibu-ibu warga Desa Canditunggal, Kecamatan Kalitengah, Kabupaten Lamongan mempunyai ide kreatif. Lahan kosong yang sebelumnya menjadi tempat kumuh kemudian disulap menjadi lahan yang berfungsi sebagai taman dengan berbagai tanaman obat keluarga (toga).

Taman dengan tanaman obat keluarga tersebut dibentuk dengan swadaya warga RT 02/RW 01 Desa Canditunggal terutama para ibu yang prihatin akan banyaknya jenis penyakit yang proses penyembuhannya melalui obat-obatan yang mengandung unsur kimia, itu pun kadang tidak sembuh bahkan memiliki dampak negatif yang lain.

Sementara terkadang mengkonsumsi obat dari bahan tanaman di sekitar atau yang dikenal dengan sebutan Toga sering banyak menghasilkan kesembuhan dan juga biayanya sangat murah.

Atas dasar tersebut ibu-ibu yang tergabung dalam Kelompok Asman (asuhan mandiri) “Gema Kamar Canda” menyulap tepian jalan kampung dan pekarangan rumah menjadi apotik hidup dengan taman toga (tanaman obat keluarga).

Salah seorang warga RT 02/RW 01 Desa Canditunggal, Inatun mengatakan, ide terobosan tersebut muncul karena warga sangat butuh dengan beberapa tanaman obat yang terkadang susah mencarinya karena tanaman tersebut dianggap tidak ada manfaatnya.

“Dulu itu, ada orang sakit dan sempat opname di rumah sakit dengan menghabiskan biaya yang cukup lumayan banyak, tidak ada perubahan. Namun, ketika minum rebusan salah satu tanaman toga kok ada perubahan dengan berkurang penyakitnya,” terang Inatun.

Karena sadar akan manfaatnya, para ibu bersama-sama membangun taman toga. Diawali dengan membersihkan bantaran kali desa yang selama ini ditumbuhi rumput sepanjang 220 meter untuk dijadikan lahan menempatkan tanaman-tanaman berkhasiat tersebut dalam rak-rak yang dibuat dari potongan bambu yang ditata rapi.

Dengan menggunakan biaya dari kas Jam’iyah ibu-ibu warga RT, mereka mulai membangun taman secara bertahap. Tidak berhenti sampai disitu, ibu-ibu di RT 02/RW 01 ini membuka taman toga yang lain dengan memanfaatkan pekarangan rumah warga yang selama ini kumuh dan kurang bermanfaat.

“Awal kita melakukan penanaman pada bulan Maret disaat musim hujan akan berakhir, sementara itu bulan Juni sampai Oktober kita mengalami musim kemarau cukup lumayan sehingga banyak tanaman yang layu. Namun secara rutin diadakan penyiraman,” tambah Inatun.

Suliatun, Bidan Desa Canditunggal yang mendampingi kegiatan warga tersebut mengatakan kegiatan itu murni dari kesadaran para warga terutama ibu-ibu yang ada di RT 02/RW 01.

“Sangat mudah melaksanakan kegiatan seperti ini kalau muncul dari kesadaran warga sendiri, kita hanya mengarahkan saja,” terang Suliatun.

Sementara itu, Mustain Huda, Kepala Desa Canditunggal mengatakan, keberadaan taman toga di RT 02/RW 01 Desa Canditunggal tersebut diharapkan juga bisa memotivasi warga lain di wilayah Desa Canditunggal pada khususnya dan untuk masyarakat pada umumnya. Pihaknya mendukung segala bentuk kreatifitas dan inovasi warga yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar.

“Atas nama Pemerintah Desa, saya menyambut baik ide kreatif warga ini. Semoga ide membuat taman toga itu harus dijadikan contoh bagi bagi warga yang lain,” pungkasnya.

Jurnalis : omdik/ferry
Editor : Arso