Tanaman Pisang Ditengarai Menjadi Penyebab Bertambahnya Titik Longsor Seusai Hujan

LAMONGAN, KANALINDONESIA.COM; Tanah longsor di tepi Bengawan Solo, tepatnya di Desa Sumberwudi, Kecamatan Karanggeneng, Lamongan teejadi lagi. Setelah terjadi dua titik lokasi longsor, kemarin (8/11/2018) muncul dua lokasi tanah longsor setelah hujan turun.

“Muncul lagi dua titik longsor setelah diguyur hujan dua hari kemarin,” kata Kasun Glogok, Sukandar.

Menurut dia, dua titik longsor tersebut berada tak jauh dari lokasi pertama atau sekitar 50 meter di sisi selatannya. Tanah yang longsor sepanjang 15 meter dengan kedalaman 6 meter. “Titik kedua di sampingnya, tak jauh dari lokasi longsor kedua,” bebernya.

Sementara itu, Kasi Tanggap Darurat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamongan, Muslimin menjelaskan, untuk lokasi longsor terakhir ini panjang sekitar 100 meter dengan kedalaman 10 meter. Kondisi longsornya cukup lebar, hingga terlihat jelas. Kondisi tanah sangat gembur sehingga sangat mudah longsor. Ditambah lagi banyaknya tanaman pisang di lokasi kejadian. Sehingga longsor semakin mudah terjadi lagi.

“Saya kira titik-titik itu bisa menyambung menjadi satu, sehingga menjadi sangat panjang dibanding longsor ditahun-tahun sebelumnya,” kata Muslimin.

Namun, lanjut dia, dua titik longsor tersebut jauh dari pemukiman warga dan ditambah lagi adanya tanggul utama sehingga tidak terlalu mengancam warga. Tidak ada korban jiwa, hanya tempat pompa air yang mengalami kerusakan parah karena tempatnya di area lokask longsor.

“Kalau hujan turun semakin sering, maka potensi longsor juga akan semakin tinggi,” ujarnya.

Terkait longsor di Desa Keduyung Kecamatan Laren, menurut Muslimin sudah dilakukan perbaikan dengan pemasangan bronjong kawat sebanyak 250 unit.(omdik)