Bawaslu Trenggalek Ingin Masyarakat Ikut Pantau Pemilu 2019

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, lakukan sosialisasi kepada beberapa elemen masyarakat setempat diantaranya, beberapa Organisasi Kepemudaan (OKP), Organisasi Kemahasiswaan , Organisasi Masyarakat (Ormas), LSM, dan Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) di 14 kecamatan. Hal yang disosialisasikan adalah Peraturan Bawaslu Nomor 4 Tahun 2018 tentang Pemantauan Pemilihan Umum (Pemilu).

Target dari kegiatan ini diharapkan partisipasi aktif dan peran serta masyarakat dalam pesta demokrasi pemilu legislatif (Pileg) serta pemilihan presiden (Pilpres) tahun 2019 mendatang hingga berjalan lancar dan sukses.

Ahmad Rokhani, Ketua Bawaslu Kabupaten Trenggalek , mengatakan keikutsertaan elemen masyarakat setempat dalam proses pemilu mendatang, untuk berpatisipasi dalam pelaksanaan pemilu mulai dari tahapan awal hingga akhir.

“Tahapan pemilu sedapat mungkin secara aktif ikut dipantau dari belbagai elemen yang hadir mulai dari pendaftaran, pemilihannya dan penghitungan sekaligus pendetapannya,”ucapnya, Jum’at, (9/11/2018) di Trenggalek.

Tanggungjawab penyelenggaraan pemilu 2019, masih keterangan Rokhani, tanpa adanya dukungan dari elemen masyarakat dimungkinkan tingkat keberhasilannya akan kurang.

“Tentunya kita sebagai penanggungjawab penyelenggara berharap akan ada peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga,”terangnya.

Pemantauan pemilu itu sendiri, Rokhani menegaskan pihaknya berkewajiban menginformasikan kepada masyarakat yang menggunakan haknya tentang transparansi penyelenggaraan termasuk bila ada pelanggaran.

“Masyarakat berhak mengetahui tentang proses pesta demokrasi itu berikut bila ada pelanggarannya,” tegasnya.

Rokhani berharap dengan sosialisasi ini seluruh elemen masyarakat di Trenggalek ikut berpartisipasi bahkan pihaknya membuka peluang lebar untuk lembaga-lembaga tersebut ikut menjadi pemantau di daerah.

“Kalau berkeinginan menjadi pemantau , kita persilakan,”harpanya.

Kepada media sendiri, Triono Alfata, Divisi Penyeleseian Sengketa pada Bawaslu Trenggalek  juga mengharapkan informasi yang diberikan kepada khalayak mampu menyuguhkan yang akurat, terukur dan membuat susana pemilu yang sejuk serta damai.

“Pemilu yang berazazkan demokrasi  adalah peng ejawantahan dari kedaulatan rakyat. Sehingga media yang bagian dari kontrol sosial juga berkontrubusi dalam mengedukasi masyarakat untuk suksesnya pemilu,” pungkasnya. (ays/ham)