Ribuan Pesilat Hadiri Suran Agung PSHW Tunas Muda Berjalan Tertib

Masa pesilat yang tertib dalam perjalan menuju ponorogo usai mengikuti acara Suran Agung di Madiun

KANALINDONESIA.COM : Tak kurang dari 6.000 anggota perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Winongo (PSHW) membanjiri kegiatan rutin Suran Agung  digelar di Madiun, Minggu (16/10/2016).

Ribuan peserta tidak hanya berasal dari Madiun dan sekitarnya saja, namun datang dari berbagai kota yang ada di Jawa Timur.

Suran Agung adalah tradisi tiap tahun yang dilaksanakan dalam rangka menyambut tahun baru islam.

Selain itu, tradisi Suran Agung juga merupakan ajang untuk bersilaturahmi antar anggota pesilat dari berbagai daerah.

Dalam pelaksanaan, dilakukan penutupan jalan Ring Road mulai Pukul 07.00 wib pagi sampai acara Suran Agung selesai, karena seluruh pesilat akan diarahkan ke halaman asrama haji untuk parkir. Dan dibagi menjadi empat zona.

Baca:  4 Hari Positif COVID-19 Ponorogo Bertambah 15, Hari Ini Bertambah 4 Pasien

Zona 1 merupakan zona bagi pesilat dari Madiun Kota. Zona 2 pesilat dari Kabupaten Madiun bagian Utara, Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Jombang, Kabupaten/Kota Kediri, Kabupaten Lamongan, Kabupaten/Kota Gresik dan Kabupaten Sidoarjo.

Sementara, zona 3 berlaku bagi Kabupaten Magetan, Kabupaten Madiun bagian Barat, Kabupaten Ngawi, Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten Blora.

Zona 4 terdiri dari Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Madiun bagian Selatan, Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Wonogiri, Kabupaten Pacitan, Kabupaten Tulungagung.

Untuk pengamanan disiagakan 1.500 aparat gabungan dari Polri dan TNI.  Namun kehadiran aparat keamanan hanya membantu satuan tugas pengamanan dari internal PSHW Tunas Muda.

Kapolres Madiun AKPB Susatyo berharap Satgas dari PSHW tegas mengatur massanya sehingga tertib dan tidak berbenturan dengan petugas.

Baca:  Sunatan Massal Petrokimia Gresik

“Kami minta satgas tertibkan sendiri. Sehingga tidak ada gesekan,” kata AKBP Susatyo.

Ia juga meminta koordinator lapangan jangan memprovokasi dan over acting. Bila menjadi provokator tidak akan ada alasan pemaaf untuk tidak diproses hukum.

“Dalam kegiatan itu, diminta para pesilat tetap menjaga keamanan dan ketertiban agar kondisi Kota Madiun dan sekiarnya tetap kondusif. Para pengurus perguruan pencak silat, dihimbau menanamkan nilai-nilai positif ke pesilatnya untuk meciptakan kondisi lingkungan yang aman, tertib, dan lancar,” ucap Kapolres Madiun Kota AKPB Susatyo.

Hingga acara selesai baik di dalam perjalanan maupun dilokasi acara sendiri berlangsung dengan tertib dan aman sehingga tidak menimbulkan kericuhan maupun korban.(AD)

Baca:  Kapolres Pacitan Perintahkan Satlantas Pasang Rambu Rawan Bencana