Peduli Petani Tembakau di Lombok, APTI Salurkan Bantuan Rehabilitasi Rumah Produksi

Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Soeseno (Kanan) saat menyerahkan bantuan untuk rehabilitasi rumah produksi kepada petani tembakau di Lombok Timur.

LOMBOK TIMUR, KANALIDON ESIA.COM: Asosiasi Petani Tembakau Indonesia atau APTI memberikan bantuan sebesar Rp 250 juta kepada petani tembakau di Lombok untuk rehabilitasi rumah produksi (oven) yang mengalami kerusakan akibat gempa bumi beberapa waktu lalu.

Pemberian bantuan ini dalam rangka memperingati Hari Petani Tembakau Se-Dunia (World Tobacco Growers Day) 2018, di Desa Semaya, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Bantuan ini untuk merehabilitasi sebanyak 26 unit dari 200 bangunan oven tembakau yang rusak akibat gempa,” kata Ketua APTI, Soeseno, di Lombok Timur, Rabu (14/11/2818).

Soeseno mengatakan, akibat kerusakan ratusan rumah produksi tersebut menyebabkan terganggunya pasokan tembakau virginia untuk kebutuhan industri rokok.

Ia memaparkan, dari total 300 ribu ton pasokan tembakau virginia secara nasional, NTB berkontribusi sebesar 30 ribu ton. Namun, pasokan berkurang sebesar 10 persen karena pada saat gempa bumi terjadi, petani sedang melakukan proses panen dan pengolahan.

“Ketika gempa bumi terjadi, ada banyak oven yang rusak ketika sedang beroperasi, sehingga tembakau yang sudah dipanen ikut rusak. Hal itu yang menyebabkan penurunan pasokan untuk kebutuhan industri rokok nasional,” ujarnya.

Sementara, Gubernur NTB Zulkieflimansyah, memberi apresiasi positif kepada APTI yang telah memberi bantuan rehabilitasi rumah produksi milik petani tembakau di Kabupaten Lombok Timur.

Ia berujar pemberian bantuan itu merupakan salah satu upaya membantu para petani tembakau untuk bangkit dan terus meningkatkan produksi tembakaunya demi mendukung stabilitas ekonomi dan kesejahteraan hidup keluarga petani dan buruh tembakau.

“Saya berharap agar bantuan yang diberikan oleh APTI dapat dimanfaatkan sesegera mungkin dan sebaik-baiknya untuk rehabilitasi rumah produksi, sehingga produksi tembakau dapat terus berjalan dan bisa memberikan dampak yang besar bagi petani tembakau di Lombok,” tutur Zulkieflimansyah. (Dan)