Usai Pelantikan Konvoi Simpatisan SH Terate Ricuh

bentrok warga dan masa PSH Teratai

KANALINDONESIA.COM :Setelah usai pelantikan puluhan simpatisan perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) berujung ricuh. Pasalnya konvoi simpatisan tersebut terlibat bentrok dengan warga saat konvoi di Jalan Raya Desa Kebonagung, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto semalam. Hal ini dikarenakan salah paham antara warga dan simpatisan PSHT.

Kapolres Mojokerto, AKBP Boro Windu Danandito menuturkan, jika aksi tersebut dipicu salah paham. Akibatnya 1 orang terluka akibat bentrok warga dengan puluhan simpatisan perguruan silat PSHT tersebut.

“Iya benar, semalam sekitar pukul 23.00 WIB ada bentrok antara warga dan simpatisan SH Terate. Kejadian tersebut terjadi karena salah paham, mereka salah jalan dan terlibat bentrok dengan warga. Mereka dari wilayah utara sungai Brantas hendak menghadiri acara pengukuhan anggota baru PSHT di Desa Wiyu, Kecamatan Pacet,” ungkapnya.(17/10/2016)

Baca:  Fahri Hamzah Menduga, Pemerintah Pusat Tidak Punya Uang Untuk Korban Gempa

Masih menurut Kapolres, para peserta pengukuhan sudah berangkat sejak sore dan dilakukan pengawalan baik dari Polres Mojokerto, Polres Mojokerto Kota maupun TNI. Sementara, yang terlibat bentrok dengan warga merupakan simpatisan.

“Rombongan simpatisan SH Terate dari wilayah hukum Polres Mojokerto Kota, mungkin mereka salah jalur karena tidak ada pengawalan. Karena kita sudah lakukan pengawalan sudah dari sore untuk panitia. Kami sudah antisipasi, mungkin karena salah jalur sehingga ada salah paham dengan warga dan terjadi bentrokan,” tegasnya.

Akibat bentrokan tersebut, seorang pemuda mengalami luka bacok karena diserang sejumlah simpatisan. Salah satu warga yang merupakan warga sekitar yakni, Adi mengatakan, sekitar pukul 23.30 Wib, puluhan pemuda konvoi mengendarai sepeda motor ke arah Pacet.

Baca:  Dua Jam Lebih Ruangan Sekdakab Jombang di Geledah Petugas KPK

“Sampai di Jalan Raya Desa Kebonagung, tepatnya di Dusun Urung-urung, sejumlah pemuda tersebut menyerang warga yang sedang nongkrong di warung pinggir jalan. Satu warga mengalami luka bacok,” paparnya.

Masih menurut Adi, satu warga yang terluka atas nama Andi Maulana (21) warga Dusun Urung-urung, Desa Kebonagung. Korban mengalami luka pada bagian dagu dan hidung dan langsung dibawa ke Puskesmas Puri untuk mendapatkan perawatan. Akibatnya, warga marah dan balik menyerang sehingga terjadi aksi kejar-kejaran.

“Warga dan segerombolan pemuda tersebut kejar-kejaran dan saling lempar dengan batu pun tak terelakkan sampai ke luar desa. Polisi dan TNI juga terlihat kewalahan, bahkan kita dengar ada suara tembakan untuk membubarkan aksi tersebut. Karena kalah banyak, mereka berlarian. Bahkan sepeda motor mereka tertinggal di lokasi karena ditinggal lari,” pungkasnya.

Baca:  Diduga Ada Rekayasa Perkara, Puluhan Aktifis Jombang Demo Kantor Kejaksaan dan Pengadilan Negeri

Acara pengukuhan anggota baru PSHT ini dilakukan, di Balai Desa Wiyu, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto digelar pelantikan atau pengesahan (Wisuda) warga anggota baru Perguruan Pencak Silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Mojokerto tahun 2016. Acara tersebut digelar mulai tanggal 15 sampai 16 Oktober 2016 dan diikuti sekitar 500 orang pesilat.(elo)