Baznas Sambut Baik Bengkulu Sebagai Kota SDGs Pertama di Indonesia

JAKARTA, KANALINDONESIA.COM: Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menyambut baik bahwa Bengkulu menjadi Kota Sustainable Development Goals (SDGs) pertama di Indonesia.

Predikat kota SDGs ini adalah kota yang berkomitmen untuk menerapkan 17 tujuan pembangunan berkelanjutan dalam praktek kehidupannya.

Anggota Baznas Nana Mintarti mengatakan setiap lembaga yang bekerjasama dalam program ini, bahu membahu mendorong pengembangan sektor perekonomian, pendidikan, kesehatan, dan kemanusiaan yang selaras dengan dari poin-poin tujuan Sustainable Development Goals (SDGs).

‘Kami melakukan pemberdayaan masyarakat melalui program pengelolaan sampah menjadi biji plastik serta membantu para pelaku usaha kecil menengah (UKM) untuk memiliki gerai berdagang dan dapat mengemas produk dengan lebih baik,” ujar Nana kepada Kanalindonesia.com pada talkshow “Bengkulu Kota SDGS” pada rangkaian Acara Filantropi Festival di JCC Senayan, Jakarta, Kamis (15/11/2018).

Ia mengungkapkan, pihaknya juga memberikan dorongan dari sisi spiritual melalui dai-dai yang akan membangun kesadaran dalam pelestarian lingkungan agar masyarakat dapat cepat menyesuaikan diri dengan tujuan-tujuan SDGs.

Selain itu, pihaknya menjalankan program pengelolaan sampah kota. Masyarakat diberikan mesin pengolah sampah yang dapat menghasilkan pupuk, dan produk-produk kerajinan yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar.

“Untuk program awal ini memberikan dampak positif bagi lebih dari 600 kepala keluarga kurang mampu di pusat kota Bengkulu. Kami membantu membangunkan gerai berjualan di wilayah dermaga dan kawasan wisata mangrove yang strategis. Pelaku UKM lain memperoleh bantuan pengemasan produk sehingga lebih memiliki nilai jual,” jelas Nana.

Sementara itu, Wakil Walikota Bengkulu, Dedy Wahyudi menyampaikan rasa syukurnya karena Bengkulu dipilih menjadi kota SDGs sehingga warganya mendapatkan kesempatan lebih untuk mengingatkan taraf hidupnya. Masyarakat Bengkulu siap untuk melaksanakan program-program demi mencapai tujuan-tujuan SDGs.

“Selama ini Pemerintah Kota Bengkulu sudah melakukan berbagai program yang mendorong tercapainya tujuan-tujuan SDGs. Kami bersyukur kerjasama ini akan membantu warga Bengkulu memiliki kehidupan lebih baik dari sisi material maupun spiritual,” katanya.

Ia berharap, Kelurahan Sumberjaya yang menjadi lokasi awal program-program Kota SDGs akan berlanjut ke kelurahan yang lain di Kota Bengkulu sesuai dengan kebutuhan dan potensi daerah setempat.

‘Di Bengkulu kami mempunyai pulau bernama Pulau Tikus. Dahulu daerahnya luas, kini menyusut karena abrasi pantai. Penduduk di daerah itu awalnya tertinggal, kini mulai maju sejak kami berdayakan. Bahkan nama Pulau Tikus, kami ganti menjadi Pulau Hidayah,” katanya.

Ditambahkan Erna Witoelar selaku Co-Chair Filantropi Indonesia, bahwa pihaknya mendorong dan memfasilitasi kemitraan ini karena sejalan dengan prinsip “integrasi” dalam SDGs.

“Melalui kemitraan, persoalan perkotaan Bengkulu bisa diatasi secara bersama. Ini akan menjadi model kemitraan yang dapat dicontoh untuk program-program SDGs lainnya,” tutur Erna Witoelar.

Kota SDGs Bengkulu sendiri baru diluncurkan di Kelurahan Sumberjaya, Kecamatan Kampung Melayu, Kota Bengkulu pada Rabu, (7/11/2018) lalu.

Pemilihan ini kerjasama dari unsur pemerintah, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Lembaga Amil Zakat (LAZ), Filantropi Indonesia, kampus dan lembaga swadaya masyarakat. @Rudi