Warga Unjuk Rasa, Karena Terserang Gatal dan Asma Akibat Limbah Pabrik

ilustrasi

KANALINDONESIA.COM :Puluhan warga Dusun Balongrejo, Desa Pundong, Kecamatan Diwek, Jombang unjuk rasa, hal ini dikarenakan sebagian warga mengalami gatal-gatal dan serangan asma. Warga yang terkena gangguan ini menduga bahwa biang keladinya adalah limbah asap dari pabrik triplek.

Wandi (37) selaku masyarakat setempat menuturkan bahwa, selain mengeluarkan asap, cerobong pabrik pengolahan kayu tersebut juga mengeluarkan debu, yang bertebaran di areal pemukiman warga. Debu dari cerobong pabrik inilah yang diduga sebagai pemicu gatal dan sesak nafas.

“Kami berharap pihak manajemen pabrik menaggapi keluhan kami. Minimal ada perbaikan pengolahan limbah. Sehingga kampung kamin tak dihujani debu lewat cerobong asap,” ungkapnya.(17/10/2016)

MAsih menurtu Wandi, antara pabrik kayu lapis dengan rumahnya hanya berjarak 200 meter. Praktis, debu dan arang lembut yang muncul dari cerobong asap tidak pernah absen dari rumahnya. Karena hal inilah Wandi mengeluhkan bahwa pihaknya mengalami gatal-gatal dan sesak nafas.

Baca:  Akibat Hujan Deras Semalam, Empat Desa di Trenggalek Diterjang Banjir

“Asapnya hitam pekat. Bercampur debu dan arang. Kami sudah mengadukan permasalahan ini ke desa. Sudah dilakukan mediasi, namun belum ada titik temu antara warga dengan pihak manajemen pabrik,” tegasnya.

Kepala Dusun (Kasun) Balongrejo, Fadlan, membenarkan adanya keluhan warga yang diakibatkan oleh asap pabrik serta debu tersebut. Menurut Fadlan, ada sekitar 90 KK (Kepala Keluarga) yang terdampak limbah pabrik triplek kualitas ekspor tersebut.

“Banyak warga yang terserang gatal dan asma. Kami sudah berupaya menjembatani tuntutan warga. Termasuk mempertemukan warga dengan manajemen pabrik di balai desa belum lama ini,” pungkasnya.(elo)