MPI Lanjutkan Sosialisasi TIK Ke PP Raudhatul Ulum Sampang

SAMPANG, KANALINDONESIA.COM – Setelah sukses di Pondok Pesantren (PP) Syaikhona Kholil Demangan Kabupaten Bangkalan, Majelis Pesantren Indonesia (MPI) kerja bareng dengan Kominfo RI bidang Badan Asesibilitas Komunikasi Informasi (BAKTI). Melanjutkan sosialisasinya ke PP Raudhatul Ulum Arrohmaniya Jalan Abdul Qohir dusun Pramian Desa Taman Kecamatan Sreseh Kabupaten Sampang yang berjalan hingga sore hari. Mendapat sambutan antusias oleh ratusan santri -Santriwati PP tersebut.

Usai lagu Indonesia Raya dan Mars NU berkumandang di Pondok Pesantren sebagai pembuka acara. Pengasuh PP setempat yang di wakili Ketua Harian PP Ust.Abdus Syakur, mengucapkan terima kasih kepada Kominfo RI dan MPI atas kesedian hadir ke PP Raudhatul Ulum Arrahmaniyah, Kamis, (15/11/2018).

Sementara itu, dihadapan ratusan Santri-Santriwati Staf Ahli Kominfo RI, Gun Gun Siswandi memaparkan bahwa kegiatan sosialisasi ini di gelar di 122 kabupaten tertinggal di seluruh Indonesia khususnya kabupaten terrtinggal dari Sabang sampai Merauke, termasuk di Kabupaten Sampang dan Kabupaten Bangkalan. Kemudian dilanjutkan ke Situbondo dan Bondowoso Jawa Timur

Pada kesempatan tersebut, staf Ahli Kementrian Kominfo RI, Gun Gun memberikan pengarahan kepada peserta bahwa di era digital yang sudah memasuki sunami informasi tersrbut. Gun Gun berharap kepada santri agar senantiasa mengapload informasi yang positif dan memberikan nilai tambah dan jangan sebaliknya.

“Hati – hati dengan berita yang mengandung hate speech, ujaran kebencian dan hoax,” pesan Gun Gun Siwandi, Kamis, (15/11/2018).

Lebih lanjut, Gun Gun mengatakan pengunaan internet saat ini sudah mencapai 143 juta, dan hampir 100jt atau 83 % penguna medsos. Oleh karena itu santri harus mampu menyaring berita yang memberikan dampak negatif,

Itu sebabnya, Santri sebagai garda depan harus dapat memberikan angin perubahan. Karena santri memiliki dasar nilai yang lebih bagus, dengan sosialisasi ini tujuannya salah satunya menampung aspirasi masyarakat.

Sementara Ketua Majelis Santri Indonesia (MPI), KH. Ahmad Sugeng Utomo akrab dipanggil Gus UT, tersanjung sekali dengan PP.Raudhatul Ulum Arrohmaniya sudah lahir dua abad silam tepatnya tahun 1808 dari perjalanan saya mulai dari merauke sampai sabang sudah saya ketemu pesantren yang sudah rata-rata berusia satu abad.

“Namun ternyata di Pondok Pesantren ini sudah dua abad umurnya,” ucap Gus UT disertai tepuk tangan daru santri.

Lebih lanjut Gus UT berharap dengam digelarnya sosialisasi ini. Nantya akan terbentuk santri preuner yang mampu bersaing secara global. Agar kedepan nanti bisa bersama sama dalam membangun ekonomi negeri menjadi besar. Sehingga sosialisasi di 122 kabupaten dengan julukan ivon tiga ( T) Tertinggal,Terdalam dan Terluar. Bisa keluar dari zona merah tersebut.

“Mengingat jumlah pesantren di Indonesia ada 33 ribu lebih maka pentingnya santri di berdayakan. Seba jika diberdayakan maka ekonomi bangsa ini akan tumbuh sangat kuat karena basisnya dari bawah. Apalagi santri sudah diajarkan nilai nilai luhur,” tegas Gus UT.

Tapi harus diingat, lanjut Gue UT, santri tidak harus meninggalkan kitab klasik,. Justru budaya pendidikan santri tetap kita tingkatkan. Sedangkan IT yang berkembang saat ini harus di mamfaatkan semaksimal mungkin untuk menambah keilmuan dan dengan IT dapat mampu menumbuhkan ekonomi keluarga dan masyarakat,

“Santri harus tanggap dengan tekhnologi, juga mampu menguasai tekhnologi dan memiliki daya juang. Maka santri entrepreuneur akan menjadi santri enterpreuner yang memiliki daya saing,” ungkapnya

Sedangkan KRT Noor wahyudi Hadinagoro sebagai konsultan Santripreuner mengatakan akan mengawal santri preuneur di seluruh Indonesia. Apalagi anak muda melanial Madura sudah biasa dengan bisnis. Seperti bisnis sate,besi tua,potong rambut, tinggal lebih fokus dan di manage lebih profesional.

“Saatnya para santri mulai bergerak dan mampu berkipfrah di arema yang terbuka luas ini. Jangan takut gagal apalagi Rasulullah juga mulai dari bisnis, jadi jangan takut santri mulai bergeser dari zona yang ada, kreatifitas dan ide kreatif harus selalu di implementasikan dalam dunia nyata,”pungkasnya. (yans).