SPBU Mini Sering Terbakar, Disperindag Lamongan Akan Lakukan Pengawasan

LAMONGAN, KANALINDONESIA.COM; Kasus kebakaran SPBU mini untuk kali kedua dalam tiga bulan terakhir, membuat Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Lamongan bergerak. Dinas tersebut bakal memeriksa SPBU-SPBU mini yang ada di wilayah kerjanya.

“Saya akan melakukan sidak ke beberapa pemilik SPBU mini di Lamongan yang tidak memiliki APAR (Alat Pemadam Api Ringan),” kata Kepala Disperindag Lamongan, M. Zamroni.

Menurut dia, selama ini sering SPBU mini menempatkan penampungan BBM di dekat mesin. Padahal BBM itu mudah terbakar. Sesuai dengan aturannya, lanjut Zamroni, penempatan penampungan BBM harus berjarak 15 – 20 meter seperti yang ada di SPBU.

“Pompa yang digunakan juga tidak sesuai. Pompa air digunakan untuk minyak, hanya diganti alatnya saja,” imbuhnya.

Dia berjanji ke depan akan lebih tegas terhadap pemilik SPBU mini. Khususnya terkait APAR yang harus dimiliki oleh SPBU mini.

“Dalam waktu dekat ini akan dilakukan pengecekan terkait ada dan tidaknya APAR di setiap SPBU mini,” ujarnya.

Jika para pemilik SPBU mini tidak memiliki alat tersebut, maka bakal dibina. Minimal, APAR itu berukuran 5 kg. “Selama ini tidak bisa melakukan penolakan adanya perdagangan tersebut. Hanya bisa dilakukan pembinaan,” katanya.

Seperti diberitakan oleh Kanalindonesia.com beberapa hari kemarin, sejumlah anggota tubuh Raikan (41) warga Desa Guci, Kecamatan Karanggeneng, Lamongan harus dibalut karena terluka bakar akibat SPBU mini miliknya di desa setempat terbakar pada Selasa (13/11/2018) malam.

Awalnya, Raikan kulakan membeli BBM jenis pertalite sebanyak 60 liter dengan menggunakan drum. BBM tersebut kemudian dipindahkan ke tandon SPBU miliknya. Pemindahan BBM tersebut menggunakan mesin pompa yang ditaruh di atas drum.

Namun, tak lama kemudian tiba-tiba muncul percikan api, akibatnya bisa ditebak. Api langsung berkobar. Spontan korban berusaha menghindar. Namun, api tetap menyambar tubuh korban yang tidak jauh dari lokasi tersebut. Korban terluka bakar pada kedua tangan dan kakinya hingga dilakukan di salah satu klinik terdekat.

Kebakaran itu menghabiskan 60 liter Pertalite dan 20 liter Pertamax, juga menghanguskan mesin oprasional SPBU mini. Total kerugian korban sekitar Rp. 42 juta. Sebelumnya, SPBU mini milik M. Mizar (35), warga Desa Bulubrangsi Kecamatan Laren, yang juga terbakar pada bulan Oktober kemarin.

Jurnalis : omdik/ferry
Editor : Arso