Peringati HUT ke 73 Brimob, Polres Trenggalek Gelar Tasyakuran

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Memperingati HUT ke-73 Brimob, Polres Trenggalek, Jawa Timur, menggelar tasyakuran dan reuni yang digelar dihalaman taman batu Mapolres Trenggalek, Kamis (15/11).

Dalam tasyakuran ini, panitia sengaja menghadirkan AKP Eko Heri Cahyono dari Pusdik Sabhara Lemdiklat Polri, yang sempat viral dengan kalimat `Masuk Pak Eko` dan kepiawaiannya memainkan lempar sangkur hingga barang yang tak lazim seperti sekop, sabit, paku, obeng dan lain-lain. Tentu saja aksi AKP Eko ini menjadi suguhan menharik bagi para undangan yang hadir.

Kapolres Trenggalek AKBP Didit Bambang Wibowo  mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu kegiatan tradisi yang tidak terlewatkan sebagai simbol-simbol sejarah dan mengenang kembali perjuangan Brimob selama ini yang harus disampaikan kepada penerusnya.

“Tasyakuran ini dibuat sesederhana mungkin tujuannya adalah agar anggota Polri dan yang sudah purna memiliki intensitas yang sama sehingga komunikasi dapat tetap terjaga,” katanya.

Dia berharap dengan bertambahnya usia menjadikan Brimob sebagai satuan Polri tetap mampu mempertahankan dan menjunjung tinggi kehormatan serta kebanggaannya sebagai bagian dari Polri.

“Mudah-mudahan ini juga sebagai refleksi bagi Brimob sebagai satuan di Polri yang telah meraih keberhasilan di Garda terdepan  pada masa perjuangan,”harapnya.

Sementara itu, salah satu Purnawiran Brimob yang juga pernah bertugas di Polres Trenggalek AKBP (purn) Jasno yang duduk di kursi undangan mengungkapkan kebanggaannya pernah menjadi bagian keluarga besar Polri khususnya satuan Brimob.

“Saya Bangga menjadi bagian dari Brimob. Meskipun saya sudah pensiun tidak sedikitpun tersingkir dari benak saya. Mengenang sejarah Brimob mulai dari sebelum merdeka dan bagaimana perjuangan saya dulu ketika masih berdinas, jiwaragaku demi kemanusiaan,” ungkapnya.

Dia menegaskan walaupun tugasnya berat , Satuan Brimob di Polri selalu mengedepankan kedisiplinan serta tanggung jawab dalam bertugas.

“Pesan saya jangan menjadi Polisi yang elek-elekan ketika berdinas, di Brimob kita diajarkan untuk menjadi aparat negara yang disiplin dan bertanggung jawab dalam tugasnya,”tegasnya.

Sebagai informasi, Brimob merupakan pasukan elit Kepolisian Republik Indonesia yang secara umum memiliki tugas dalam bidang kemiliteran untuk mempertahankan dan memelihara keamanan serta ketertiban dalam negeri yang kemarin tepat pada tanggal 14 November 2018 genap berusia 73 tahun.

Menilik sejarah kelahiran Brimob, Brimob dibentuk pertama kali dengan nama Pasukan Polisi Istimewa yang diberikan tugas melucuti senjata tentara Jepang, melindungi kepala negara, dan mempertahankan ibukota.

Sebagai pasukan yang memiliki sikap dan daya juang tinggi, sehingga mampu memberi dorongan serta motifasi yang besar terhadap moral dan keuletan tekad bagi rakyat Indonesia untuk terus berjuang mempertahankan Kemerdekaan Indonesia melawan kekuasaan asing di bumi Indonesia, di bawah pimpinan Inspektur Polisi I Mohammad Yasin pasukan polisi istimewa ikut berjuang dalam pertempuran 10 November 1945 di Surabaya.(ham)