Munculnya Rekahan Tanah, Dewan Trenggalek Minta BPBD Tingkatkan Kesiapsiagaan

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: DPRD Kabupaten Trenggalek , Jawa Timur,  meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Trenggalek  untuk meningkatkan kesiagaan memasuki musim penghujan ini. Pasalnya, musim hujan dengan curah tinggi berarti tingkat bencana di Trenggalek cukup tinggi.

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Trenggalek , Sukarodin, menegaskan hal itu setelah mendengar informasi terjadi retakan tanah terjadi di lereng Gunung Jamal di Dusun Pakel, RT 31 RW 6 Desa Prambon, Kecamatan Tugu, Trenggalek.

“Khabarnya pergerakan tanah kali ini cukup parah, karena lebar rekahan mencapai lebih dari 30-50 cm, sedangkan kedalaman rekahan di beberapa titik mencapai lebih dari 5 meter,”ungkapnya, Jum’at, (16/11) di Trenggalek.

Hal ini seharusnya membuat pihak kita  waspada dan lebih menyiapkan diri guna antisipasi terjadinya bencana yang sudah datang ini.

“Tentunya kesiagaan dari teman-teman di BPBD harus lebih ditingkatkan lagi, mengingat bencana banjir dan tanah longsor sudah mulai melanda sejumlah kabupaten/kota karena diguyur hujan,” katanya.

Dia meminta kepada BPBD setempat agar lebih meningkatkan sosialisasi waspada bencana kepada masyarakat yang berada di kawasan rawan bencana.

“BPBD itu pasti sudah memiliki peta bencana, sehingga mereka bisa memberikan warning bencana kepada masyarakat yang tinggal di kawasan rawan bencana. Caranya mungkin dengan pemasangan spanduk atau datang langsung ke lokasi,” terangnya.

Menurut dia, hujan yang terus menerus dengan intensitas tinggi memungkinkan terjadi bencana alam seperti, banjir, abrasi pantai hingga longsor.

“Dan ini kan sudah terbukti, baru memasuki awal musim penghujan, sejumlah wilayah seperti di Prambon Tugu, Karangsuko Trenggalek , Bendungan dan daerah rawan lainnya,”imbuhnya.

Pihaknya juga mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan. “Jadi kewaspadaan baik dari individu dan pemerintah daerah (pemda) harus saling bersamaan. Terutama yang berada di wilayah rawan bencana agar tidak menjadi korban,” tandasnya.

Lebih lanjut ia mengatakan dari sisi anggaran pemda telah siap mengalokasikan anggaran untuk tanggap darurat selama musim penghujan berlangsung.

“Untuk anggaran, alokasi tanggap darurat sudah tersedia dan pemda selama ini sudah bekerja untuk mengantisipasi bencana alam dengan melakukan reboisasi, pemeliharaan sungai dan lain-lain,” pungkasnya.(ham)