(Nafis Faisol Kepala Desa Sarirejo Kecamatan Sarirejo, Lamongan)

LAMONGAN, KANALINDONESIA.COM; Kepala Desa Sarirejo Kecamatan Sarirejo Kabupaten Lamongan mengklarifikasi terkait dugaan korupsi beberapa titik pembangunan didesanya. Nafis Faisol selaku kepala desa membantah bahwa tidak ada korupsi dalam pembangunan Tembok penahan tanah (TPT), air bersih dan pengerukan saluran air.

Dalam klarifikasi Faiz (Panggilan sehari – hari) menyebutkan, pembangunan TPT yang lama ketika sebelum dia menjabat memang kondisinya sudah tak layak alias ambrol. Sehingga pihaknya membongkar kemudian membangun baru saluran air sepanjang 142 x 1 meter yang dianggarkan dari Dana Desa sebesar 60 juta rupiah.

“Itu bukan ditumpuk melainkan bangun baru. Bangunan lama memang sudah rusak atau ambrol. Sehingga kami bangun keseluruhannya dengan bangunan baru,” jelas Kepala Desa Sarirejo.

(Lokasi TPT Yang Ambrol)

Lanjutnya Faiz mengatakan, untuk TPT di dusun Gendot yang ambrol disebabkan terkena alat berat saat pengerjaan pemasangan tiang listrik oleh PLN.

“Kalau TPT yang ambrol itu kena Crane alat berat. Waktu itu petugas PLN masang tiang listrik. Kami punya bukti – bukti fotonya,” tambahnya.

(Lokasi Pengerukan Kali Untuk Saluran Air Sepanjang 450 Meter)

Selanjutnya untuk pengerukan kali untuk saluran air yang masuk dalam Project tahun 2021 memang belum terselesaikan. Hal ini masih dalam kesepakatan antar warga dan pihak pemerintah desa.

“Kalau untuk pengerukan kali sebenarnya belum sepenuhnya terselesaikan. Karena masih ada warga yang protes terkait pengerukan pelebaran tanggul kali untuk saluran air. Rencananya jika sudah kondusif dengan kesepakatan maka pengerukan dilanjut kembali,” kata Faiz.

Pihaknya juga sudah mengklarifikasi terkait isu berita dugaan korupsi tersebut ke pihak kecamatan melalui Sekertaris Kecamatan (Sekcam) Sarirejo.

Jurnalis : Omdik
Kabiro    : Ferry Mosses

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here