Tingkatkan Nilai Produktif Warganya, Pemdes Canditunggal Adakan Pelatihan Pembuatan Teh Katuk

LAMONGAN, KANALINDONESIA.COM; Melihat semangat ibu-ibu warga RT 02/RT 01 Dusun Candi Desa Canditunggal, Kecamatan Kalitengah, Lamongan Senin (19/11/2018) pagi tersebut begitu terlihat di wajah-wajah mereka.

Mereka berduyun-duyun datang ke Balai Desa yang yang berada di perbatasan antara dua dusun yang wasuk wilayah desa tersebut. Desa Canditunggal merupakan desa yang memiliki dua dusun yaitu Dusun Candi dan Dusun Melik.

Pada hari tersebut Pemerintah Desa Canditunggal mengadakan pelatihan pengolahan Daun Katuk untuk bisa dimanfaatkan menjadi minuman yakni teh Katuk. Melimpahnya daun Katuk di taman toga yang di ciptakan oleh ibu-ibu di salah satu RT desa setempat, Pemerintah Desa (Pemdes) Canditunggal melihatnya sebagai sebuah peluang.

Pada peringatan Hari Kesehatan Nasional tahun 2018 yang dilaksanakan di Kantor Dinas Kesehatan Lamongan, Asuhan Mandiri (asman) Puskesmas Kalitengah yang diwakili oleh Kelompok Gema Kamar Canda RT. 02/RW.03 Desa Canditunggal yang memanfaatkan toga dan akupresur dalam mengatasi gangguan kesehatan mendapatkan Juara 1 dalam bidang tersebut.

Kepala Desa Canditunggal, Mustain Huda mengatakan kegiatan ini bermula dari semangat dari ibu-ibu yang ada di RT 02/RW 01 yang terlalu risau dengan lingkungan terutama di pinggir jalan depan masing-masing rumah yang terlihat begitu tak terawat dan bahkan kumuh dan kotor.

Keprihatinan mereka dituangkan dalam sebuah kegiatan yakni pembuatan taman-taman toga yang diciptakan seunik dan semenarik mungkin dengan harapan menambah nilai penyemangat bagi mereka untuk bisa melanjutkan kegiatannya.

“Pemerintah Desa memberikan fasilitas berupa pelatihan agar ibu-ibu tersebut bisa memanfaatkan hasil dari taman toganya untuk menghasilkan pendapatan bagi keluarganya,” kata Mustain.

Mustain juga menambahkan, untuk lebih mendekatkan dengan taman toganya, ibu – ibu di lingkungan tersebut memberi nama yang unik-unik. Ada yang diberi nama Lasegar (lansia sehat segar bugar), Dumang (doyan mangan), Casega (cantik sehat ala toga) dan Sakinah.

Pelatihan yang juga dihadiri oleh pejabat dari Dinas Kesehatan Lamongan tersebut terlihat begitu bermakna apalagi pemberi materinya merupakan ahli di bidangnya yakni dari Fakultas Farmasi Unair Surabaya.

Dalam kesempatan tersebut dijelaskan tentang daun katuk, siapa yang tidak kenal dengan jenis tanaman ini, terutama bagi ibu-ibu yang sedang memberikan Air Susu Ibu (ASI) untuk buah hatinya. Ya, tanaman yang bernama latin Sauropus Androgynus ini merupakan tumbuhan sayuran yang dikenal karena memiliki khasiat memperlancar ASI.

Tanaman ini banyak terdapat di kawasan Asia Tenggara. Tumbuhan ini dalam beberapa bahasa dikenal sebagai Mani Cai (bahasa Cina), Cekur Manis (bahasa Melayu) dan Rau Ngot (bahasa Vietnam). Dosen Unair, Dr. Ida Kusumawati, S.Si, Apr, M.Si menjelaskan, sebenarnya khasiat dari daun katuk ini tidak hanya sebatas meningkatkan produksi ASI saja, namun juga ada ragam khasiat lain yang terkandung di daun yang berwarna hijau tua ini. Khasiat tersebut yakni menjaga kesehatan mata, mencegah anemia, osteoporosis, dan juga sembelit.

Wanita yang akrab disapa Ida ini menambahkan, dalam 100 gram daun katuk, terkandung komposisi zat gizi seperti energi 58 kalori, protein 6,4 gram, lemak 1 gram, hidrat arang 9,9 gram, serat 1,5 gram, kalsium 233 Mg, fosfor 98 Mg, besi 3,5 Mg, karoten (vitamin A) 10020 Mcg, vitamin C 164 Mg, air 81 gram.

Seluruh peserta nampak begitu antusias, hal tersebut terlihat saat mereka diajak mencoba membuat teh Katuk mulai dari proses awal hingga menikmati hasilnya.

Jurnalis : omdik/ferry
Editor : Arso