Bacok Tetangga, Pria Trenggalek Dibui

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Gegara masalah sepele, hanya mengambil pakan ternak (ramban), Nanang Setiawan (35) warga Desa Panggungsari, Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek Jawa Timur nekat melakukan penganiayaan dengan membacok Suraji tetangga sendiri menggunakan sebilah parang.

Akibat dari peristiwa itu, korban mengalami luka pada jari tangan sebelah kiri saat menangkis sabetan parang, paha sebelah kanan terkena tusukan parang dan leher akibat digigit tersangka.

Kapolres Trenggalek AKBP Didit Bambang Wibowo S membenarkan peristiwa tersebut. Tersangka ini ditangkap, karena diduga telah melakukan tindak pidana penganiayaan membacok serta menusuk korban dengan menggunakan sebilah parang.

“ Memang benar tersangka berikut barang bukti berupa sebilah parang serta pisau dan celana korban yang penuh bercak darah telah diamankan. Untuk saat ini kasus masih dalam proses penyidikan petugas,’’ ucapnya, Kamis (22/11/2018).

Kapolres memaparkan, berawal pada hari Senin  tanggal 19 November  2018 sekitar pukul 14.00 Wib, korban mendatangi  rumah tersangka dengan maksud menayakan siapa yang telah mengambil tanaman pakan ternak (ramban) dipagar miliknya.

Ketika tersangka ditanya terkait hal itu, justru  malah dari dalam rumah tersangka menjawab dengan nada tinggi serta marah marah. Kemudian dari dalam rumah tersangka melemparkan pisau kearah korban.

Lemparan pisau tersebut tidak tidak mengena, kemudian tersangka keluar dari dalam rumah sambil membawa parang yang langsung di tebaskan kearah korban. Namun tebasan parang itu bisa dihindari oleh korban.

Merasa tebasan parangnya tidak kena, tersangka langsung minggigit leher sambil menebaskan parang, namun dapat ditangkis dengan tangan kiri oleh korban. Tidak cukup disitu tersangka juga menusukan parang ke arah paha kanan hingga mengalami luka.

Mendengar keributan tersebut, warga sekitar berdatangan dan berupaya melerai. Kemudian atas kejadian tersebut korban melaporkannya ke Polsek Durenan. Mendapat laporan petugas langsung mendatangi lokasi, untuk melakukan olah TKP dan mengamankan tersangka berikut barang bukti.

Dari pengakuan tersangka, bahwa ia telah mengakui kalau yang mengambil pakan ternak dan sudah minta maaf, namun korban tidak memaafkan. Karena tidak dimaafkan dan merasa kesal, tersangka nekad membacok korban.

“ Modusnya, pelaku menganiaya korban dengan menggunakan sebilah parang yang mengenai jari kiri dan paha kanan korban. Untuk saat ini masih dalam proses penyidikan. Jika terbukti dan memenuhi unsur tindak pidana, tersangka akan dikenakan pasal 351 ayat 1 KUHP dengan ancaman hukuman 8 tahun penjara,’’ pungkasnya. (sup/ham)