Gala Dinner Gebyar UKM Indonesia Tahun 2018 di Trenggalek 

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: UMKM merupakan tulang punggung perekonomian masyarakat. Tentunya eksistensi dari UMKM sebagai motor penggerak perekonomian masyarakat perlu dikembangkan.

Bupati Trenggalek, Dr. Emil Elestianto Dardak, M.Sc, dalam kegiatan Gala Dinner Gebyar UKM Indonesia tahun 2018 edisi ke-3 di Trenggalek, Rabu (21/11/2018) menyerukan perlu adanya Aliansi Small Bisnis untuk kuatkan pelaku UMKM.

Di era milenium, tentunya persaingan usaha sangatlah ketat, dengan Aliansi Small Bisnis UMKM akan bisa eksis dan berkembang karena bersatu.

Diceritakan oleh Bupati Trenggalek, kenapa orang senang belanja di Mall tentunya alasannya karena nyaman, koridornya lebar, mau belanja juga tidak sempit. Sedangkan kalau kita pergi ke pasar mungkin gerak dikit sudah bersenggolan, terus bagaimana usaha kecil bisa bersaing.

Memang pelaku usaha kecil tidak mungkin langsung menyewa langsung areal komersial yang besar, namun kenapa tidak bisa areal komersial dikelola secara kolektif oleh pengusaha kecil.

Ini yang sudah kita lakukan dengan kerjasama yang disebut komunal branding. Kami mengontak Sarinah, selama ini pengerajin batik ingin sekali bisa berjualan lebih dari sekedar di pameran.

Kita harus akui cara memasarkan yang paling gampang dengan cara pameran. Mengadakan pameran berharap kemungkinan ada minat, tetapi ternyata UKM-UKM kita ini susah untuk survival untuk itu.

Namun ketika ingin masuk ke ritel, birokrasinya sangat panjang, modalnya butuh besar, harus nyetok barang banyak baru nunggu laku, baru kemudian juga ada sistem konsinyasi atau yang lain sebagainya, tentunya hal ini sangat berat.

Oleh karena itu kita coba atasi itu dengan mencoba membuat satu merk. Kalau Pemerintah mendorong misalnya industri batik, mengikutkan kemana, kontes dan menang itu ternyata tidak bisa terinvestasi kesebuah brand.

Bahkan menciptakan merk ini sesuatu yang sangat mahal harganya. Nah makanya kita menciptakan satu merk bersama, dimasukkan ke situ di investasikan kesitu dengan nama batik ‘Trenggalih’ yang artinya terang ing galih.

Jadi batik Trenggalek warna alam pernah dibawa ke Latina Amerika, waktu itu untuk Grand Finalisnya Miss Mundo di Colombia. Selain itu juga perna menjadi juara-juara dalam lomba- lomba tingkat Nasional, juga pernah di bawa di London juga waktu itu oleh Bu Wabup. Ini adalah sebuah gimik-gimik yang kita investasikan kepada satu brand.

Kita tawarkan ke Sarinah, mereka memberikan satu areal jualan yang khusus satu corner ‘Batik Trenggalih’ bisa sejajar dengan beberapa batik dengan brand terkenal di tanah air.

Dalam ajang makan malam bersama ini, suami pesohor Arumi Bachsin ini mengajak ICBS, Perbankan, Asuransi dan instansi terkait untuk mendorong terus pelaku UKM ini untuk terus eksis dan berkembang.(ham)