Dewan Trenggalek Tanggapi Positif Gala Dinner UKM Indonesia ke 3

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, berharap Gala Dinner Gebyar UKM Indonesia tahun 2018 edisi ke-3 di Trenggalek mampu mendorong sentimen pasar hingga berdampak bertumbuhnya ekonomi di masyarakat Trenggalek.

Hal ini dikatakan H Samsul Anam, Ketua DPRD Trenggalek saat melihat antusiasme warga demngan digelarnya even yang berkeinginan menjual semua produk lokal itu, Jum’at, (23/11).

H Samsul Anam mengatakan, pemerintah mestinya menggandeng Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di saat pertumbuhan ekonominya kurang bagus.

“Hari ini pertumbuhan ekonomi kurang bagus, rata-rata ada di 5 persen. Kalau pemerintah ingin menggenjot pertumbuhan ekonomi lagi, harus menyertakan komponen UMKM. Artinya, UMKM harus berperan aktif dalam pertumbuhan ekonomi itu sendiri. UMKM harus diberi porsi,” ujarnya.

Keberadaan UMKM kuat karena tersebar di seluruh pen­juru negeri dan menguasai sekitar 99 persen aktivitas bisnis di Indonesia, termasuk di Trenggalek.

“Lihat UKM kita masih bertahan di saat lesunya perekonomian secara nasional,”ungkapnya.

Dengan lebih dari 98 persen berstatus usaha mikro. Masih keterangan Samsul, kontribusi besar tak cuma itu, dia mengatakan sek­tor produktif UMKM dapat mem­pekerjakan lebih dari puluhan ribu penduduk Trenggalek dan berkontribusi 60,6 persen terhadap PDB Trenggalek.

“Produk Domestik Bruto kita , pekerja UMKM yang besar punya andil,”terangnya.

Dia menambahkan, kuatnya UMKM dalam membangun perekonomian Trenggalek karena keunggulannya di beberapa faktor yakni kemampuan fokus yang spesifik, fleksibilitas keraifan lokal, biaya rendah, dan kecepatan inovasi.

“Secara efektif dan efisien dalam hal utamanya biaya produksi, UMKM kita bisa diandalkan,”imbuhnya.

Politisi asal PKB ini berharap, UMKM harus terus didorong dan dikembangkan dengan dukungan penuh dari pemerintah.

“UMKM,  membutuhkan dukungan akses permodalan dan bantuan pemasaran. Kendala utama UMKM saat ini adalah akses ke lembaga keuangan dan pasar yang makin sulit. UMKM kalah bersaing dengan produk impor barang dari luar negeri yang lebih murah, sehingga pentingnya langkah nyata keberpihakan pemerintah terhadap UMKM,” pungkasnya. (ham)