Wacana Kartu Nikah, Kemenag Trenggalek: Harus Melalui Uji Coba

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Beredarnya wacana jika buku nikah akan digantikan dengan kartu nikah, pihak Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, menegaskan hal itu masih harus melalui uji coba terlebih dulu.

Setidaknya, selain harus diuji secara regulasi dan implementasi, keberadaan kartu  nikah  bukanlah pengganti buku nikah yang sebelumnya sudah diterbitkan. Namun, kartu nikah adalah sebagai pelengkap buku pernikahan yang telah ada.

“Kartu nikah bukanlah pengganti buku nikah,”ungkap Fauzi Abdullah Kasi Bimas Islam Kemenag, Kabupaten Trenggalek, Minggu, (25/11) di Trenggalek.

Dikatakannya, sebanyak 51 KUA di wilayah Kota Madya, di Jawa Timur, bakal menjadi uji coba penerapan kartu nikah sebagai pelengkap buku pernikahan tersebut. Untuk yang kabupaten baru menyusul.

“Ada 51 KUA di wilayah kota madya yang menjalani uji coba,”katanya.

Menurutnya, penerapan kartu nikah itu saat ini masih dalam proses baik regulasi maupun implementasinya. Namun sejauh informasi yang dia terima, nantinya uji coba kartu nikah akan dilakukan di 51 KUA di wilayah Jatim. Namun untuk khusus kota madya saja, mungkin sekitar tujuh sampai delapan kota.

“Kartu nikah yang baru saja dirilis Kemenag RI itu bukanlah pengganti buku pernikahan,” tegasnya

Fauzi menerangkan, kepastian kapan relisasinya, Fauzi mengatakan, belum dapat memastikan kapan realisasi penerapan kartu nikah, utamanya di Kabupaten Trenggalek. Sebab hingga saat ini, pihaknya masih menunggu instruksi untuk menerapkan kartu nikah tersebut.

“Saat ini sedang berproses. Jadi di Kabupaten Trenggalek belum dapat kami pastikan kapan pelaksanannya. Sebab untuk 51 KUA di Jatim, saja saat ini masih pilot project,” tuturnya. (ham)