DPRD Gresik Sidak Dua Mega Proyek

Wakil Ketua DPRD Moh.Syafi’AM bersama Kabid Cipta Karya DPUTR, Tri Handayani saat sidak revitalisasi Alun-alun Gresik

GRESIK,KANALINDONESIA.COM: Wakil Ketua DPRD Gresik, Moh. Syafi’AM melakukan sidak 2 proyek mercusuar yang menyedot anggaran dari APBD Gresik mulai puluhan miliar hingga ratusan miliar.

Dua proyek yang disidak kali ini adalah, proyek kelanjutan Gelora Joko Samudro (Gejos), di Desa Segoromadu Kecamatan Kebomas dan proyek revitalisasi Alun-alun di Jalan KH.Wachid Hasyim Kecamatan Gresik.

Syafi’AM mengatakan, sidak ke Gejos untuk memastikan pelaksanaan proyek pembuatan lintasan atlet dengan dana APBD 2018 Rp 15 miliar lebih,sudah on schedule atau tidak.

“Saat kita sidak, progres sudah on schedule,” kata dia, Senin (26/11/2018).

“Makanya nanti akan dibahas di tingkat badan anggaran (Banggar) dan tim anggaran(Timang) untuk anggaran pemeliharaan,”tambah politisi PKB asal Balongpanggang ini.

Sementara saat sidak revitalisasi Alun-alun Gresik, Syafi’AM memaparkan, bahwa hingga26 November progres pengerjaan revitalisasi Alun-alun tahap II mencapai 82 persen. Pekerjaan proyek yang dikerjakan PT Anugerah Konstruksi Indonesia (AKI) sudah berjalan 82 persen. Waktu pengerjaan hingga 15 Desember.

Ditamabhkan Syafi’AM, proyek revitaliasi Alun-Alun Gresik dilakukan tiga tahap. Tahap pertama pada APBD tahun 2017 dengan pagu anggaran hasil lelang dikerjakan oleh PT. Cipta Prima Selaras dengan dana Rp10 miliar. Kemudian, tahap II proyek dimenangkan oleh PT. AKI dengan pagu anggaran APBD 2018 hasil lelang Rp 7,5 miliar.

“Dan, tahap tiga untuk finishing pada APBD 2019 kita kasih tambahan anggaran Rp 2 miliar,” jlentreh dia.

Ditegaskan Syafi’AM, tambahan anggaran Rp 2 miliar itu merupakan pembiyaan terakhir dari total Rp 19,5 miliar. Setelah itu tak ada tambhan, anggaran digunakan untuk lannya.

Kabid Cipta Karya, Tri Handayani menyatakan, bahwa progrespengerjaan proyek revitalisasi Alun-alun Gresik 82 persen setelah pemenang proyek PT.AKI diberikan addendum(tambahan waktu) mulai 16 November.

“Setiap minggu kami minta progres bisa 5-6 persen,”kata dia.

Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Pemkab Gresik melakukan pengawasan ketat terhadap keberadaan proyek tersebut. Proyek tahap II harus tuntas hingga 15 Desember.

“Kalau tak tuntas kami pinalti dan dikenakan denda, ” jlentrehnya.

Semenatara Sholihin, Konsultan Pengawas dariPT. Kusuma Bangun Karya menyatakan, dirinya mendapatkan anggaran Rp 200 juta untuk pengawasan proyek. Proyek revitalisasi Alun-alun Gresik dimulai pada 18 Mei dan berakhir pada 16 November 2018.

“Namun, kami tak bisa tuntas on schedule karena adanya sejumlah tambahan, dan pengerjaan beberapa kali berhenti karena ada kegiatan di Masjid Jami’ Gresik,” ungkapnya.”Kami akhirnya dikasih Addendumsampai pertengahan Desember,” sambung dia.

Namun, kalau hingga batas waktu ditentukan, PT.AKI tak mampu merampungkan pekerjaan, maka akan dikenakan pinalti. “Kami akan dikenakan denda Rp 7,2 juta perhari,” tutupnya.(lan)