Wabup Trenggalek :Pendekatan Kultur Cegah Paham Radikalisme

Wabup Trenggalek, H Moch Nur Arifin 

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Sebagai upaya dalam mencegah paham radikalisme, upaya pendekatan kultural serta dialog antar sesama elemen masayarakat sangat diperlukan dalam menyelesaikan masalah.

Terkait hal tersebut, Wakil Bupati Trenggalek,Jawa Timur,  H. Mochamad Nur Arifin, menyambut baik apa yang dilakukan oleh Polres Trenggalek.

Dirinya mengajak seluruh elemen untuk merapatkan barisan.

“Mari merapatkan barisan untuk terus mejaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” ungkapnya, Jum’at, (23/11) di Trenggalek.

Disampaikan Wabup Arifin dalam kegiatan sinergitas Empat Pilar di Pendopo Manggala Praja Nugraha, dimana kegiatan tersebut sebagai upaya dalam mencegah penyebaran paham radikalisme, menjaga kondusifitas, stabilisasi keamanan dan ketertiban di masyarakat.

“Benar – benar harus kita cegah karena lawan kita sekarang bukanlah PKI tetapi paham radikalisme,”katanya.

Wabup Arifin menyatakan komitmennya terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) .

“NKRI, Pancasila, UUD 1945 dan Bhineka Tunggal Ika, adalah empat pilar kebangsaan yang hendaknyan terus dipertahankan dan itu adalah harga mati,” tegasnya.

Dia juga mengingatkan agar seluruh elemen masyarakat Kabupaten Trenggalek, untuk tetap mejaga semangat kebersamaan (gotong royong), toleransi dan saling menghargai, dalam berbagai kebhinekaan.

“Trenggalek dikenal dengan masyarakat toleran mari kita sama-sama menjaga Pancasila, UUD 1945, NKRI, Bhineka Tunggal Ika, kerukunan meski kita berbeda dalam berbagai hal. Sebab kita adalah Indonesia dan kita adalah Pancasila,” tandasnya.

Selain itu Wabup juga menyatakan ketegasannya menolak Intoleran, paham Radikal atau apapun yang bertujuan memecah belah persatuan dan kesatuan dan NKRI.

“Untuk itu kepada masayarakat agar waspada dan tidak terprovokasi dengan berita bohong (hoax) di media social serta berita yang mengubar kebencian yang tujuannya untuk memecah belah persatuan dan kesatuan,” tegasnya.

Pendekatan kultur, masih keterangan Wabup Arifin, masih menjadi pola terbaik di Trenggalek khususnya untuk menangkal paha radikalisme.

“Tentu akan menjadi yang terbaik karena topografi Trenggalek yang bergunung-gunung maka akan sedikit berbeda kebiasaan masyarakatnya antara daerah satu dengan yang lain,”pungkasnya. (ham)