Trenggalek Southern Paradise Segera Dilaunching Sebagai City Branding

Berto Mulia Wibawa, Kaprodi Managemen dan Bisnis ITS Surabaya,yang menjadi nara sumber dalam perumusan City Branding untuk Kab. Trenggalek

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Penelitian Pengembangan (Bappedalitbang) Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, bekerjasama dengan Institut Tehnologi Sepuluh November Surabaya (ITS) merumuskan City Branding Kabupaten Trenggalek di Aula Badan Kepegawaian Daerah yang dihadiri OPD, LSM, serta Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) setempat, Selasa (27/11).

Rumusan yang dihasilkan dalam rapat tersebut adalah Trenggalek Souhtern Paradise yang masih akan memilih tiga logo sebelum dilaunching pada 13 November mendatang.

Berto Mulia Wibawa, Kepala Program Diploma (Kaprodi) Managemen dan Bisnis ITS,yang menjadi nara sumber mengatakan, rumusan tersebut telah mempunyai kajian dan penelitian yang tentunya diperlukan bagi masyarakat Kabupaten Trenggalek dimana pemkab setempat terdepan sebagai inisiatornya.

“Setiap kota dan kabupaten di seluruh dunia, sangat memerlukan City Branding untuk mendongkrak devisa yang berimplikasi pada kenaikan pendapatan masyarakat,”ungkapnya.

Dikatakannya, City Branding bisa menambahkan cerita, nilai, emosional sehingga bisa mendatangkan minat pengunjung dalam hal ini investor maupun wisatawan untuk datang ke Trenggalek karena mudah diingat.

“Dua hal alasan City Branding adalah kompetitif dan bisnis,”katanya.

Berto beralasan kenapa Institutnya memilih Trenggalek yang digarap. Pria tambun ini beralasan karena Trenggalek dimunculkan awal oleh mahasiswanya sendiri, Bramantya Yoga, yang menyodorkan disertasi, kebutuhan branding untuk daerah kelahirannya.

“Bramantya adalah mahasiswa asal Trenggalek yang lulus cumlaud dengan karya ilmiah daerahnya sendiri,” terangnya.

Singkatnya, masih kata Berto, pihaknya melalui divisi Pengabdian Masyarakat (Abdimas) ITS, pekerjaan City Branding disetujui dan walhasil dibiayai oleh kampus.

“Dari proposal yang lahir dari disertasi ilmiah oleh Bramantya , pihak kampus menindaklanjuti dengan kedatangan tim kita ke Trenggalek,”lanjutnya.

Brand untuk Trenggalek, dia melanjutkan, telah ditemukan tiga logo yang sebenarnya telah disetujui oleh Bupati Trenggalek, Emil Elestianto Dardak beberapa waktu yang lalu dengan konsep Fun, Simple, Up to Date serta Culture.

“Kita sudah disetujui Bupati Emil, namun beliau meminta kami untuk menindaklanjuti dengan mengajak merumuskan bersama dengan stake holder yang lain termasuk media sebelum dilaunching,”tandasnya.

Sementara Dyah Retnowati, Kepala Bidang Pemasaran di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemkab Trenggalek menerangkan Trenggalek sekarang dengan Southern Paradise, berarti sesuai visi misi yang menjadikan Trenggalek sebagai poros Jogya –Malang melalui pesisir selatan Jawa.

“Kita ingin sambut pembangunan nasional dimana Trenggalek akan menjadi Kota Pariwisata,” tegasnya.

Selain itu City Branding Trenggalek Southern Paradise dipersiapkan untuk menyambut Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Trenggalek Tahun 2020.

“Kita akan dapat gelontoran anggaran di pariwisata yang cukup besar, maka kita siapkan dengan branding sebagai sarana promosi,” pungkasnya.

Rencananya tindaklanjut rumusan itu akan dipertimbangkan Bupati Emil sebelum dilaunching pada 13 November mendatang.(ham)

WELAS ARSO