Nilai Tidak Muncul, Peserta Tes Seleksi Ngadu Ke Tapem

(Dok) Calon perangkat desa yang tidak muncul nilai saat tes seleksi di assesment.

KENDAL – KANALINDONESIA.COM

Pemerintahan Setda Kendal sudah menerima aduan dari tiga peserta seleksi perangkat desa dengan sistem Computer Assisted Tes (CAT). Ke tiga peserta tes seleksi perangkat desa dengan jabatan Kaur Keuangan.  

Kepala Bagian Pemerintahan Setda Kendal, Anwar Haryono, membenarkan hal tersebut, Selasa (27/11). Diakuinya, bahwa aduan yang disampaikan peserta itu terkait nilai dan nama yang tidak muncul pada saat melakukan tes seleksi perangkat desa yang sudah diikuti ketiga peserta tersebut. 

“Kami sudah menerima aduan dari tiga peserta tersebut, dengan permasalahan soal nilai dan nama yang tidak muncul setelah tes seleksi,” jelasnya.

Diakuinya, Anwar Haryono, secara tahapan untuk hasil seleksi perangkat desa yang digelar pada setiap assessment sudah diserahkan tangal 26 November 2018 kepada panitia TP3D. Kemudian pada tanggal 28 Novembernya merupakan tahapan penyampaian hasil seleksi perangkat desa kepada Camat. 

“Untuk pemberian rekom semua dari Camat masing-masing dan itu dilakukan tanggal 29 November hingga tanggal 7 Desember 2018,” ungkapnya.

Anwar Haryono, menjelaskan, pada tanggal 10-12 Desember merupakan tahapan pengangkatan perangkat desa, yakni pemberian SK kepada nilai tertinggi pada saat melakukan tes seleksi. Selanjutnya pada tanggal 13-21 Desember  merupakan tahapan pelantikan perangkat desa terpilih.

“Kami meminta kepada para Camat sebelum memberikan rekom diharuskan mengecek lebih dulu persyaratan kelengkapanya, sehingga tidak menimbulkan permasalahan dikemudian hari,” pintanya.   

Sementara salah satu peserta seleksi Munaroh, mengatakan, bahwa dirinya dan kedua temannya yang kebetulan bersama mengalami permasalahan yang serupa bèmaksud tidak berupaya menyudutkan pihak STIE Semarang ataupun TP3D serta pihak terkait lainnya. Pihaknya hanya ingin mengetahui nilai CAT hasil tes seleksi saja. 

“Saya tidak bermaksud menyudutkan siapa pun. Namun Benar, saat itu pihak STIE Semarang juga menawarkan kepada kami untuk melakukan tes ulang, namun hal itu ditolak oleh camat dan TP3D karena terbentur dengan Perbub Nomor 51 Tahun 2018 terkait penyelenggaran seleksi perangkat desa yang ada yang menyatakan tidak ada tes ulang.” katanya. 

Ketiga peserta seleksi tes CAT tersebut akan mengadu kepada anggota DPRD Komisi A.(eko)