Najmul Bantah Ada Mutasi di Eselon II

Bupati Lombok Utara, H Najmul
Akhyar.

TANJUNG,KANALINDONESIA.COM: Bupati Lombok Utara, H Najmul Akhyar bantah pernyataan Wabup Sarifudin yang membocorkan terkait isu mutasi untuk eselon II itu. Sebab hal itu diperjelasnya bukan mutasi melainkan evaluasi.

“Jadi kata membocorkan itu tidak tepat, karena seakan akan kita menyembunyikan itu,” ungkapanya, Senin (26/11/2018).

Ia mengaku, kemarin (red) sudah di konfirmasi sama Wabup terkait hal tersebut. Dijelaskannya, bahwa konsep yang disampaikan itu bukanlah mutasi melainkan evaluasi, jadi jangan berprasangka buruk.

Dirinya selalu katakan, mari berfikir positif dan berprasangka baik. Karena saat ini sedang melakukan evaluasi, tim yang melakukan evaluasi itu sudah bekerja, dan hasilnya, sekian orang dari eselon II akan dievaluasi.

“Hasilnya itu diserahkan dan diberikan kepada kami,” katanya.

Dari hasil tes psikologis dan akademisinya itu baru bisa diketahui posisi mana yang cocok dan tepat untuk memposisikannya. Setelah hasil sudah disepakati baru dikirimkan ke komisi ASN di Jakarta dengan Meminta tanda tangan dari gubernur.

Sehingga itu, ia tegaskan bahwa yang dilakukan saat ini bukanlah konsep mutasi, melainkan evaluasi terhadap eselon II supaya bisa lebih baik.

“Sehingga harus diperbaikilah hal yang seperti itu, tidak perlu dibahasakan yang macam-macam lah, karena ngeri sekali bahasa bahasa dikoran itu,” sesalnya.

Menurutnya, persoalan ini merupakan hal yang biasa sebenarnya jadi tidak perlu dibesar-besarkan. Bahkan hal ini sudah dibicarakan sama Wabup terkait kesalah pahaman ini.

Karena memang evaluasi ini juga sudah menjadi kewajiban. Termasuk penempatannya juga nanti harus memposisikan yang tepat untuk bisa membantu percepatan pemulihan ini.

“Agar bisa berjalan lebih maksimal maka kita akan lakukan itu, karena memang mutasi itu ,bukan hal yang tabuh di Pemerintahan itu,” imbuhnya.

Lanjutnya, hal ini juga bukan barang yang sudah final tentu harus melalui pertimbangan pimpinan juga. Karena tidak cukup hanya dengan melakukan evaluasi saja.

“Karena bagaimanapun sikapnya, caranya maupun prestasinya dan itu bagian yang tidak bisa terpisahkan untuk kita berikan penilaian,” pungkasnya. (Idam)