Rem Blong , Bus Trenggalek- Pacitan Terguling

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Bus Cahaya Mulya Nopol AE 7274 UX jurusan Trenggalek-Pacitan mengalami kecelakaan tunggal di jalan Raya Trenggalek-Panggul, tepatnya masuk Desa Sumberbening Kecamatan Dongko Kabupaten Trenggalek Jawa Timur, Rabu (28/11/2018).Penyebab terjadinya kecelakaan, diduga akibat rem blong.

Bus yang membawa penumpang umum sebanyak 15 orang tersebut, dikemudikan Sumarji  (46) warga Desa/Kecamatan Panggul Kabupaten Trenggalek. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun dari 15 orang penumpang, empat diantaranya mengalami luka-luka.

“Memang benar telah terjadi laka tunggal, sebuah bus jurusan Trenggalek-Pacitan. Untuk penyebab kecelakaan masih dalam proses penyelidikan petugas. Dugaan sementara, bus tersebut mengalami kerusakan pada rem, sehingga rem tidak berfungsi dan blong,’’ ucap Kasubaghumas Polres Trenggalek Iptu Supadi.

Dipaparkan Iptu Supadi, berawal bus Cahaya Mulya yang di kemudikan oleh Sumarji berangkat dari terminal bus Trenggalek menuju Pacitan (Lorok) dengan mengangkut 15 orang penumpang.

Pada saat berada di turunan masuk Dusun Pelem, Desa Sumberbening rem bus mengalami blong. Mengetahui rem blong, sopir langsung membanting setir kekanan kearah tebing untuk menghentikan laju bus sehingga bus terguling.

Dalam peristiwa itu tidak ada korban jiwa, namun 4 dari 15 orang penumpang bus mengalami luka-luka. Keempat korban adalah, Eko Budiono warga Desa Ketanggung Kecamatan Sudimoro Kabupaten Pacitan mengalami luka robek di kaki sebelah kanan di jahit 11.

Kemudian Sutrisno (38) Jln Putat Jaya Timur, Gang 10 Surabaya, mengalami benturan kepala belakang dan luka lecet pada kaki dan tangan. Pujud warga Desa Petung Kecamatan Dongko Trenggalek, mengalami luka lecet dibawah mata sebelah kiri dan Raman warga Desa/Kecamatan Dongko mengalami luka lecet tangan dan kaki.

“ Untuk penumpang yang mengalami luka-luka akibat kecelakaan, semua telah mendapat perawatan secara intensip. Sedangkan kasus saat ini sudah ditangani Unit Laka Lantas Polres Trenggalek,’’pungkas Iptu Supadi.(sup/ham)