Curhat Ke RW dan RT, Walikota Madiun Teteskan Air Mata

KANALINDONESIA.COM : Walikota Madiun Bambang Irianto, kembali menumpahkan curahan hati (curhat), buntut dirinya ditetapkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai tersangka gratifikasi. Namun, kali ini berbeda, meski terlihat masih tegar, akhirnya Walikota Madiun sekaligus Ketua DPC Partai Demokrat Kota Madiun itu meneteskan air mata.

“Saya sudah 7,5 tahun ini memimpin Kota Madiun, sudah banyak prestasi diraih atau dicapai. Saya tidak menerima apa pun dalam proyek itu (Pasar Besar),” ujarnya saat membuka,” ujar lirih saat membuka “Kegiatan Penguatan Lembaga Kemasyarakatan Kota Madiun di Kecamatan Taman”, Rabu (19/10).

Kegiatan itu, diikuti Ketua RW dan RT se Kecamatan Taman. Walikota Madiun tidak membacakan sambutan tertulis, tapi langsung menumpahkan curhat kepada peserta kegiatan memenuhi Aula Kecamatan Taman. Seluruh peserta seperti termangu mendengarkan curhat Bambang Irianto.

Baca:  Jajaran Kepala OPD Lamongan Harus Paham Mengenai Program Berikut Isi Aplikasi

Ia mengatakan saat dirinya ditetapkan sebagai tersangka, Senin (17/10) sore lalu, sejumlah pedagang Pasar Besar ingin “menemui” penyidik KPK masih berada di Kota Madiun. Pedagang ingin mempertanyakan penetapan status tersangka itu oleh penyidik KPK, status itu diketahui dari website milik KPK.

Melalui pendekatan personal, tambahnya, meminta pedagang Pasar Besar, agar tidak melakukan hal itu.

“Beruntung, mereka mau mengikuti saran, agar tidak melakukan hal itu. Mereka mau mengerti atas penjelasan disampaikan, saya siap menerima itu sebagai konsekuensi sebagai pimpinan,” ujarnya lagi.

Namun, usai membuka kegiatan itu, Walikota Madiun ogah memberikan komentar seputar langkah ditempuh dan lainnya.

“Saya tidak mau komentar. Soal pengacara, jika wartawan ada punya kenalan pengacara top silahkan,” ujarnya bergurau dan berlalu.(ZAL)

Baca:  Razia Tempat Kos, Satpol PP Sumenep Amankan Tiga Pasangan Bukan Suami Istri