KHL Kota Mojokerto Rp1,36 juta

IST

KANALINDONESIA.COM :Hasil survei yang dilakukan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kota Mojokerto, Kebutuhan Hidup Layak (KHL) Kota Mojokerto sebesar Rp1.360.000. Dalam melakukan survei KHL tersebut, Disnakertrans juga melibatkan unsur buruh, pengusaha dan pemerintah.

Kepala Disnakertrans Kota Mojokerto, Hariyanto menuturkan, jika pihaknya sudah melakukan survei KHL di dua pasar yang ada di Kota Mojokerto yakni Pasar Tanjung Anyar dan Pasar Prajuritkulon.

“Dalam menentukan KHL, kami menggunakan 60 indikator yang disurvei dan ketemu angka Rp1,36 juta,” ungkapnya.(20/10/2016)

Masih menurut Hariyanto, penentuan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) tahun 2017 mendatang tak hanya mengandalkan hasil survei dan KHL semata. Menurutnya, untuk menentukan UMK maka mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2015, yakni nilai KHL tahun berjalan ditambah pertumbuhan ekonomi dan inflasi. Meski berjumlah 268 perusahaan yang ada di Kota Mojokerto, namun jumlah perusahaan yang besar bisa dihitung dengan jari. Pasalnya, di Kota Mojokerto, lanjut Hariyanto, kebanyakan merupakan industri kecil dan usaha pertokoan.

Baca:  GEMPAR Turun Jalan, Gelar Aksi Solidaritas Tolak Beroperasinya PT Semen Indonesia, di Kendeng

“Kalau mengacu pada aturan tersebut, maka diprediksi UMK Kota Mojokerto 2017 nanti berada pada kisaran Rp1,8 juta atau naik Rp197 ribu dari tahun 2016. Saat ini, di Kota Mojokerto tercatat ada 11 ribu tenaga kerja berusia 15 sampai 45 tahun dengan jumlah perusahaan kecil dan besar sebanyak 268 perusahaan,” tegasnya.

Junaedi Malik selaku, Ketua Komisi III DPRD Kota Mojokerto menilai, yang paling penting itu adalah mekanisme penentuan UMK harus benar dan sesuai aturan.

“Jangan sampai ada rekayasa dan keberpihakan, apakah itu kepada buruh ataupun pengusaha. Penentuan UMK harus sesuai aturan,” pungkasnya.(elo)