WALHI Sesalkan Pembangunan Mega Proyek, Rusak Jalur Hijau

penebangan pohon di sepanjang jalan Pahlawan                                                                     ( FOTO : Elo_KIcom)

KANALINDONESIA.COM : Mega proyek pembangunan saluran dan trotoar di jalan Pahlawan, Kota Mojokerto yang harus mengorbankan jalur hijau ditengah kota menuai protes dari Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) Jatim. Proyek Dinas PU itu dinilai merusak jalur hijau yang fungsinya untuk meminimalisir polusi udara.

Ulil Abshor selaku anggota WALHI menuturkan, langkah pemerintah membangun saluran air dan trotoar di jalan Pahlawan dengan menebang seluruh pohon sebagai kebijakan yang salah. Karena, saat ini jalur hijau di Kota Mojokerto tergolong minim. Sementara tingkat polusi udara di Kota Mojokerto dalam kategori cukup tinggi.

Baca:  Asik Berpesta Ganja, Babinsa Lewat Lalu Di Angkut !!

“Pasti ada dampak penebangan jalur hijau tersebut. Karena kita tahu jalur hijau merupakan penghasil oksigen dan penyerap karbondioksida, apalagi tingkat polisi di Kota Mojokerto cukup tinggi. Kalau kemudian jalur hijau dihabiskan 1-2 kilometer, dampak secara langsung tak terasa drastis. Yang paling jelas akan terasa panas,” ungkapnya.(20/10/2016)

Masih menurut Ulil, Pemkot Mojokerto memang dihadapkan pada dilema yang besar pada persoalan pengelolaan lingkungan hidup. Karena disisi lain pemerintah mempunyai beban untuk menuntaskan masalah banjir dengan membuat saluran air yang memadai.

“Penebangan pohon itu di satu sisi memang salah. Namun, kita akan berhadapan dengan dilema karena setiap tahun Mojokerto banjir. Memang seharusnya didesain tanpa mengurangi jalur hijau,” terangnya.

Baca:  Bupati Lumajang, Thoriqul Haq Dipanggil Penyidik Polda Jatim, Ini Kasusnya....

Proyek pembangunan saluran dan trotoar di Jalan Pahlawan berada di bawah tanggung jawab Dinas PU Kota Mojokerto. Pekerjaan yang baru dimulai awal Oktober ini menyedot dana Rp 27,442 miliar. Saat ini pihak rekanan PT Ardi Tekindo Perkasa hampir menuntaskan penebangan pohon pada sisi barat Jalan Pahlawan. Pohon jenis Mahoni berumur belasan tahun itu ditebang habis. Aktifis WALHI ini berharap Pemkot Mojokerto agar mengembalikan fungsi jalur hijau di Jalan Pahlawan.

“Faktanya sekarang kan sudah dipotong. Maka menjadi tanggung jawab Pemkot setelah ini dikerjakan, harus ditanam kembali, itu menjadi sebuah keniscayaan,” pungkasnya.

Sementara Kepala Dinas PU Kota Mojokerto, Wiwiet Febriyanto belum bisa dikonfirmasi terkait persoalan ini. Beberapa kali dihubungi melalui nomor ponselnya, hanya terdengar suara operator bahwa nomor tersebut tidak aktif.(elo)

Baca:  Dari Polda Jatim, Saiful Ilah Diterbangkan ke Jakarta