Lagi, Kapolres Lotara Ringkus 10 Pelaku Narkoba

Kapolres Lombok Utara, AKBP Herman suriyono SIK (tengah) saat menunjukkan barang hasil sitaan di 10 pelaku narkoba, Selasa (4/12/2018).

TANJUNG, KANALINDONESIA.COM: Sebulan lebih menjabat, Kapolres Lombok Utara, AKBP Herman suriyono SIK melalui Satuan Narkoba berhasil meringkus 10 tersangka tindak pidana narkotika di 8 tempat kejadian perkara (TKP). Hal ini diakuinya sebagai upaya untuk penegakan hukum tindak pidana narkotika di wilayah KLU.

“Kita menginginkan Lombok Utara ini zero narkoba,” ungkapnya, Selasa (4/12/2018).

Ia menjelaskan, penangkapan ini merupakan upaya penegakan hukum terhadap tindak pidana narkotika di wilayah hukum polres Lombok Utara. Penangkapan ini diakuinya dilakukan dalam satu bulan pasca menjabatnya sebagai Kapolres KLU.

Dari 10 tersangka, 8 orangnya laki-laki, sedangkan 2 orangnya perempuan. Penangkapannya pun lebih didominasi di Gili Air dan Terawangan, yakni dari 8 TKP 6 TKP terjadi di Gili sedangkan 2 TKP didaratan.

“Dari 8 TKP pengungkapan kasus ini, beberapa barang bukti kita amankan mulai dari ganja, sabu, dan ekstasi juga unag tunai,” jelasnya.

Karena itu saat ini dilakukan penangkapan terhadap pemakai sekaligus pengedar ini. Supaya kasus ini bisa didalami lagi, karena memang dirinya menginginkan Lombok Utara ini sebagai wilayah yang zero narkoba.

Diakuinya, beberapa dari pelaku ini merupakan residivis, dan sudah beberapa kali terlibat dalam tindak pidana yang sama. Bahkan sudah beberapa kali keluar masuk penjara. Namun ketika keluar masih melakukannya.

“Status semua orang ini sudah dijadikan tersangka dan saat ini dalam proses pemberkasan,” katanya.

Lanjutannya, barang bukti yang berhasil dihimpun saat penangkapan berupa ganja seberat 316 gram, sabu-sabu 3,88 gram dan 4 butir ekstasi juga uang tunai sebesar Rp 250 ribu.

Sebab itu, berdasarkan instruksinya, saat ini satuan narkoba sedang melakukan pendalaman asal barang-barang haram ini didatangkan. Diakuinya saat ini sudah ada bos besar yang diintai.

“Terkait barang ini masuk dari luar daerah, kita sedang mendalaminya karena kita mau mengungkapkan sampai akar akarnya,” tegasnya.
Tambah Herman, saat ini dalam menegakkan hukum kepolisian juga bekerjasama dengan stekholder lain, seperti pemerintah daerah untuk pencegahan peredaran narkoba ini.

Perlu diketahui, para pelakunya berinisial RS (27) dan TH (23) warga Bengkel Labuapi Lobar, ditangkap di wilayah Kecamatan Gangga saat akan melakukan transaksi. Sedangkan yang ditangkap di wilayah Gili Air dan Terawangan, inisial MH (43) warga Karang Bagu Mataram, DIN ( 26) warga Pemenang dan DR (32) warga Ampenan, Mataram, Madi (31) warga Pemenang, RL ( 31) Pemenang juga DS (38) warga Gili Air juga ER (27) warga Cakranegara, Mataram.

“Akibat perbuatannya, 10 pelaku ini terjerat pasal 111, 112 dan 127, UU nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman minimal 4 tahun dan maksimal 12 tahun,” tutupnya.(Idam)