Hitung-hitungan Sandiaga Uno Pulihkan Ekonomi Ala Nabi Yusuf

KANALINDONESIA.COM, Surabaya Calon wakil presiden Sandiaga Salahuddin Uno punya strategi untuk memulihkan kondisi ekonomi Indonesia. Ia mengikuti pola manajemen ekonomi yang diterapkan Nabi Yusuf AS.

“Kalau Nabi Yusuf butuh waktu 7 tahun untuk mengatasi krisis. Insya Allah, saya bersama Pak Prabowo cukup 3 tahun untuk memulihkan perekonomian Indonesia,” kata Sandi saat melakukan Dialog Pelaku Ekonomi dan Enterpreneur Jatim di Surabaya, Selasa (4/12/2018).

Diantara strategi yang mengadopsi Nabi Yusuf, yakni melakukan penghematan. Di samping itu juga perlu membatasi impor serta pembangunan infrastruktur yang lebih terprogram dengan mengedepankan pelibatan dunia usaha melalui public privat partnership (PPP).

“Saya optimis berdasarkan hitungan-hitungan, setelah 3 tahun berhemat, negara akan memiliki fiskal space yang bisa digunakan untuk pembangunan 3 tahun berikutnya dan dunia usaha juga memiliki investasi yang cukup. Kemudian bersinergi untuk membuka lapangan kerja seluas-luasnya,” tegasnya.

Selain itu, pemerintah juga melakukan reformasi pajak dengan cara menurunkan pajak, membebaskan UMKM bebas pajak selama dua tahun pertama dan menutup kebocoran uang negara. Bahkan ketika ekonomi mulai tumbuh pajak tidak dinaikkan tapi basis wajib banyak yang dikembangkan sehingga penerimaan negara dari pajak bisa meningkat.

“Sekarang ini basis pajak tak berkembang sehingga pengusaha yang sudah baik membayar tax amnesty pajak terus dikejar-kejar untuk menaikkan target pendapatan negara. Bahkan banyak pelaku UMKM yang mengaduh karena dikejar-kejar pajak,” terangnya.

Selain itu, Sandi juga akan mendorong supaya bangkit menjadi pengusaha besar dengan memberikan bimbingan (pelatihan), pendampingan dan kemudahan mengakses permodalan. Alasannya, UMKM dan Koperasi adalah perwujudan ekonomi kerakyatan yang diamanatkan dalam Pasal 33 UUD 1945 sehingga pemerintah wajib untuk mewujudkannya.

“Pemerintah akan proaktif mendorong berkembangnya UMKM yang bergerak di sektor produksi, menfasilitasi hingga memberikan insentif pada industri berbasis ekspor, industri subtitusi impor dan industri padat karya. Inilah yang kami namankan Referendum Ekonomi sebab Prabowo-Sandi pemerintahannya akan fokus pada bidang ekonomi,” tegas mantan Wagub DKI Jakarta ini.

Sebelum mengakhiri dialog, Sandi juga sempat membagikan tips kepada pelaku UMKM supaya bisa survive yakni terus melakukan inovasi, berani mengambil resiko dan proaktif atau jemput bola ke konsumen serta pasar.

“UMKM harus bisa mengakses pasar, memiliki SDM handal dan akases permodalan, itulah kunci supaya bisa sukses jadi pengusaha,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Relawan Sahabat Prabowo Sandi Jatim, Fauzi Mahendra mengatakan relawannya bergerak untuk menghimpun sejuta suara pemuda melalui gerakan edukasi kewirausahaan.

“Kami sudah siapkan pemuda-pemuda yang akan menjadi pelaku dunia usaha, sekaligus bergerak sebagai upaya memenangkan Prabowo-Sandiaga menjadi Presiden dan Wakil Presiden periode 2019-2024,” katanya.ria