Masih Dalam Transisi Musim, Hujan Diprediksi Belum Merata Turunnya

Sebuah minibus saat menembus derasnya hujan di salah satu wilayah di Kabupaten Lamongan. Foto:omdik_kanalindonesia.com

LAMONGAN, KANALINDONESIA.COM; Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamongan menyebut awal bulan ini masih memasuki transisi dari musim kemarau ke musim hujan. Sehingga hujan yang turun belum merata.

“Kita prediksi musim penghujan merata akhir bulan hingga awal Bulan Januari nanti, berdasar dari prakiraan BMKG yang kita terima,” tutur Kepala Pelaksana BPBD Lamongan, Suprapto. Kemarin (3/12/2018).

Dia menjelaskan, hujan lokal yang mendominasi membuat intensitas antara satu kecamatan dan kecamatan lain berbeda. Suprapto mencontohkan dalam satu hari di Kecamatan Lamongan hujan, namun kecamatan lainnya tidak turun hujan.

“Jadi siklus setiap tahun seperti itu. Sebelum musim hujan selalu ditandai dengan dominasi hujan lokal terlebih dulu,” jelasnya.

Berdasar prakiraan cuaca yang diterima BPBD di Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) II Propinsi Jawa Timur, minggu ini hujan lokal diprediksi terjadi saat malam hari, suhunya 23 – 32 derajat celcius.

“Arah angin dari prediksi termasuk timur laut. Tiap hari kita mendapatkan laporan prakiraan cuaca dari BMKG,” ujarnya saat dikonfirmasi via ponsel.

Masih menurut Suprapto, saat musim transisi ini masih rawan munculnya angin kencang dan hujan disertai petir. Potensi itu terjadi hampir di seluruh wilayah, termasuk di kawasan Pantura Lamongan. Diprediksi kecepatan angin di perairan laut sekitar 20 knots atau 37 kilometer (km) perjam.

“Masih ada potensi terjadinya gelombang tinggi mulai 1,5 meter (m) hingga 2 meter,” tuturnya.

Dia menghimbau pada nelayan untuk meningkatkan kewaspadaan di musim transisi ini. Sebab tak hanya ancaman gelombang dan angin kencang, juga potensi petir yang bisa terjadi saat hujan.

Jurnalis :omdik/ferry
Editor : Arso