Meski Aman, Bengawan Solo Tetap Diwaspadai

LAMONGAN, KANALINDONESIA.COM; Warga yang tinggal di bantaran Bengawan Solo di Wilayah Kabupaten Lamongan diminta untuk waspada sebab intensitas hujan mulai meningkat dan air dari wilayah hulu mulai naik.

Indikasinya, adanya pristiwa pladu beberapa waktu lalu. Yakni peristiwa alam karena ada aliran air kiriman dari wilayah hulu, ditunjukkan dengan air sungai agak keruh.

“Musim hujan sudah datang, warga di tepi Bengawan Solo harus tetap waspada,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Daerah (BPBD) Lamongan, Suprapto kemarin (5/12/2018).

Menurut dia, di Lamongan ada lima kecamatan yang wilayahnya dilewati Bengawan Solo. Setiap tahun terjadi ancaman banjir akibat luapan sungai terpanjang di Pulau Jawa tersebut. Lima kecamatan tersebut yakni Babat, Laren, Karanggeneng, Kalitengah dan Karangbinangun. Namun, lanjut dia, tidak semua desa di kecamatan-kecamatan tersebut rawan banjir. “Totalnya ada sekitar 20 desa (yang rawan, red),” ungkapnya.

Dia mengaku, pihaknya terus lakukan pemantauan ketinggian air di wilayah hulu Bengawan Solo. Informasi yang diterima, kondisi air Bengawan Solo masih aman. “Sehingga kemungkinan adanya luapan air Bengawan Solo masih kecil,” terangnya. Kecuali lanjut dia, jika ada tanggul yang jebol. Maka akan ada air dari Bengawan Solo masuk ke perkampungan warga. “Kami minta warga untuk ikut menjaga tanggul,” pintanya.

Jurnalis: omdik/ferry

Editor : Arso