Vidi Pastikan UMK 2019 Naik Diatas UMP

TANJUNG, KANALINDONESIA.COM: Kepala Dinas Tenaga Kerja, Penanaman Modal dan Pelayan Terpadu Satu Pintu (Disnaker PMPTSP) Kabupaten Lombok Utara, Vidi Ekakusuma, MM, mengatakan, Upah Minimum Kabupaten (UMK) Lombok Utara dipastikan naik diatas UMP 2019. Hal ini dikarenakan patokan menentukan UMK 2019 harus berdasarkan PP 78 tahun 2018, yang artinya UMK harus lebih tinggi dari pada UMP.

“Jadi kita akan mengacu pada PP 78 tahun 2018 itu, bahwa UMK itu akan ditetapkan lebih tinggi sedikit dari pada UMP,” ungkapnya, Rabu (5/12/2018).

Vidi memaparkan, untuk UMK 2019 ini, hasilnya sudah disusulkan satu bulan yang lalu ke propinsi. Usulan tersebut berupa dua usulan yang sudah melalui hasil rapat Pemkab bersama Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) dan Serikat buruh.

Dalam hasil rapat kesepakatan penetapan UMK tersebut Diakuniya, bahwa Apindo dan Serikat buruh memiliki pendapat yang berbeda terhadap UMK 2019 ini. Hal ini dikarenakan, alasan kedua belah pihak mengalami kerugian yang sangat signifikan pascagempa.

“Memang waktu itu dua belah pihak ini tidak bisa kita temukan angka kesepakatannya, makanya kita ajukan dua duanya,” jelasnya.

Dijelaskannya, dalam proses rapat yang sudah digelar beberapa waktu lalu (red). Pihak Apindo tetap mengacu pada UMK 2018 untuk penetapan UMK 2019 yakni sebesar Rp 1,8 juta. Sedangkan Serikat buruh tetap mengacu pada UMP 2019 yang sudah ditetapkan propinsi sebesar Rp 2,1 juta.

Hal inilah yang mendorongnya harus menyerahkan kedua keputusan tersebut ke propinsi. Diakuinya, sampai saat ini Pemkab sedang menunggu hasil keputusan dari propinsi.

“Jadi kalau masalah berapa persen kenaikannya itu kita belum menghitungnya,” sambungannya.

Namun Vidi pastikan, untuk UMK 2019 ini dipastikan naik diatas UMP, sekitar Rp 200 ribuan. Hal ini dikarenakan untuk penetapan UMK 2019 mengacau kepada PP 78 tahun 2018 itu.

Menurutnya, jika dilihat kenaikannya tidak terlalu signifikan. Hal ini mungkin dikarenakan beda cara pandangan masyarakat saja, melihat sebutan satu juta dan dua juta itu bedah jauh. Padahal sebenarnya kenaikannya sangat dekat sekali dari UMK 2018.

“Tetapi tetap dinas juga akan memperhatikan kesejahteraan para investasi ini, agar mereka tetap mau berinvestasi di KLU,” tutupnya. (Idam)