Diduga Jadi Ajang Pungli, Tarip Parkir di Pasar Baru Gresik Tak Sesuai Karcis

lahan parkir di pasar baru gresik                                                                                            ( foto : Ian_KIcom)

KANALINDONESIA.COM : Retribusi parkir di Pasar Baru Kota Gresik diduga menjadi ajang praktik pungutan liar (pungli). Tak jarang pengunjung pasar ditarik biaya parkir kendaraan di luar ketentuan yang telah ditetapkan oleh Pemkab Gresik.

Pungli parkir kendaraan bermotor ini diduga melibatkan petugas parkir. Pantauan kanalindonesia.com dilapangan, Kamis (20/10/2016), juru parkir (jukir) memungut retribusi parkir yang tidak sesuai tarif karcis yang diberikan.

Baca:  Sekolah Pascasarjana UNAIR Gelar Pelatihan Pengolahan Ikan Guna Pemberdayaan Ibu Rumah Tangga Di Lamongan

Sampai saat ini, pasar Gresik belum memiliki lahan parkir sendiri, sehingga lahan parkir kendaraan pengunjung pasar memakan badan jalan. Tak tanggung-tanggung, separuh Jalan Samanhudi oleh dikuasai tukang parkir.

Sesuai dengan karcis yang diberikan juru parkir, yang mengacu pada Perda Kabupaten Gresik Nomor 16 tahun 2012 tentang Parkir, bahwa tarif retribusi parkir sepeda motor sebesar Rp 1000.

Namun, faktanya juru parkir memungut Rp 2.000 kepada setiap pengunjung pasar yang memarkir sepeda motor. Angka nominal pada karcis parkir ditutup dengan stempel, sehingga harga aslinya tidak begitu kelihatan.

Tak hanya itu, juru parkir juga mengaku terpaksa menggunakan kembali karcis parkir dan tidak merobeknya, lantaran stok yang diberikan tidak cukup, yaitu hanya tiga bendel selama seminggu.

Baca:  Torabika Campus Cup Demi Bangkitnya Persepakbolaan Muda di Indonesia

Akibatnya, uang yang ditarik dari kartu parkir kadaluarsa atau bekas. Dengan begitu, uang parkir tidak masuk sebagai pendapatan daerah, melainkan masuk ke kantong pribadi juru parkir. (lan)