Ungguli Arif, Hendi Budi Yuantoro Pimpin PWI Blitar Raya

KANALINDONESIA.COM : Persaingan calon Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Blitar raya, Kamis (20/10/2016) berlangsung cukup ketat. Dua pasang calon yang dipilih para peserta konferensi beradu visi misi untuk memajukan iklim dunia jurnalisme di Blitar Raya.

Nama Hendi Budi Yuantoro yang sejak awal tidak terlalu santer terdengar masuk bursa calon ketua muncul di detik-detik akhir pencalonan. Selain Hendi, dua calon lain yang diusulkan oleh peserta adalah Kaisar Alfonso serta Arif Juli Prabowo. Namun menjelang pemilihan, Kaisar menyatakan mengundurkan diri dari pencalonan.

Situasi ini membuat persaingan semakin memanas. Sebab dua calon bertarung head to head untuk memperebutkan suara dari 14 orang anggota PWI Blitar.

Baca:  Resmikan Gedung Dit Intelkam Polda Jatim, Kapolda Irjen Luki Hermawan: Physical Distancing Tetap Diterapkan

Dalam visi misinya yang disampaikan beberapa saat menjelang pemilihan, Hendi Budi Yuantoro menyampaikan visi misi berjanji akan melakukan yang terbaik untuk PWI Blitar. Sebagai organisasi wartawanan tertua di Indonesia, PWI harus terus menginisiasi terciptanya iklim jurnalisme yang profesional dan independen.

Sementara itu Arif Juli berjanji jika terpilih akan memperkuat keorganisasian PWI Blitar. Sebagai organisasi profesi, kata Arif Juli Prabowo, PWI harus dikelola secara profesional.

Dari perhitungan suara yang dilakukan sekitar pukul 11.20 WIB, Arif Juli Peabowo unggul lebih dulu dengan dua suara. Namun pada penghitungan surat suara berikutnya Hendi Budi Yuantoro menyusul. Hasil akhir dari pemilihan suara yang dilakukan secara tertutup itu, Hendi memperoleh 8 suara. Sedangkan Arif mengantongi 5 suara.

Baca:  Kedapatan Simpan Sabu, Ibu Muda di Trenggalek Dicokok Polisi

“Sejak awal saya tidak masuk bursa calon ketua, saya juga kaget ketika teman-teman mamilih saya, ” ujar Hendi usai pemilihan.

Sementara iti ketua PWI Provinsi Jawa Timur Ahmad Munir mengucapkan terimakasih atas terselenggaranya Konferensi PWI Blitar. Meski berlangsung ketat, namun Konferensi lancar dan menghasilkan kepengurusan yang proporsional.

“Ini merupakan pemilihan yang ketat. Namun saya ucapkan terimakasih pada PWI Blitar yang tetap menjaga kondusifitas organisasi,” ujarny.(mell)