Anggaran Perbaikan Jalan Kabupaten Blitar Baru Terserap 60 %

KANALINDONESIA.COM : Serapan Anggaran Perbaikan Jalan Kabupaten Blitar Belum Maksimal.

Anggaran perbaikan jalan di Kabupaten Blitar hingga saat ini belum terserap secara maksimal. Padahal seharusnya target serapan anggaran harus sudah mencapai 70 persen, atau sebesar Rp. 63 miliar.

Diungkapkan kepala bidang perbaikan jalan dan jembatan, dinas PU Bina Marga Kabupaten Blitar Sudarman, sampai Oktober ini anggaran yang terserap baru mencapai 60 persen, atau Rp. 58,5 miliar. “Sampai saat ini serapan kita masih 60 persen,” ungkap Sudarman, Kamis (20/10/2016).

Menurut Sudarman belum dilaksanakannya beberapa proyek pengecoran dan pelebaran jalan serta jembatan di beberapa titik, menjadi penyebab utama lambanya penyerapan anggaran itu. Dinas PU Bina Marga sendiri beralasan belum dilaksanakannya beberapa proyek itu karena memang belum terjadwal dan masih dalam tahap survey. ” Pemicu utama anggaran yang disediakan dan masih tersisa, karena memang ada beberapa proyek yang masih dakam tahap survey, ” imbuhnya.

Baca:  Penumpang KA Dievakuasi ke RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar

Selain itu juga ada beberapa proyek yang terpaksa dihentikan karena beberapa sebab. Salah satunya adalah kendala cuaca yang menghambat pengerjaan proyek perbaikan jalan. Diantaranya di Kecamatan Nglegok, Kademangan, Panggungrejo dan Binangun. “Akibat cuaca buruk juga menyebabkan serapan belanja material pelaksana proyek menurun karena tidak ada aktifitas pembangunan,” jelas Sudarman.

Sudarman mengaku masih berkoordinasi dengan pelaksana proyek terkait komitmen penyelesaian. Karena apabila proyek pengecoran dan pelebaran jalan serta jembatan tidak segera dilakukan dan diselesaikan dipastikan sebagian hasil pekerjaan yang sudah selesai akan rusak kembali. Pasalnya jalan-jalan tersebut meski masih diperbaiki namun terus dilalui kendaraan dan terkena air hujan dengan intensitas tinggi.”Kita khawatir nanti akan rusak lagi karena kan yang lewat disana juga masih banyak meski masih diperbaiki, ” tuturnya.

Baca:  Tabrak Lari Trenggalek, Tewaskan Pemotor

Selain itu dampak yang ditimbulkan jelas mobilitas dan perekonomian warga disekitar terhambat. Dan pembangunan dinilai mubadzir serta hanya menghambur hamburkan anggaran. Dinas PU Bina Marga Kabupaten Blitar sudah berupaya agar pelaksana proyek untuk memaksimalkan waktu yang ada agar anggaran yang masih tersisa bisa segera dimaksimalkan dalam bentuk penyelesaian target proyek. “Harus cepat diselesaikan agar tidak mubadzir, ” kata Sudarman.

Sudarman menambahkan total anggaran proyek pengecoran dan pelebaran jalan serta jembatan di Kabupaten Blitar tahun ini mencapai Rp. 90 Milyar dan semuanya bersumber dari Perubahan Anggaran Keuangan (PAK). (mell)