Komplotan Curat Antar Wilayah Diperiksa Terpisah

MADIUN, KANALINDONESIA.COM: Komplotan tersangka pencurian dengan pemberatan (curat) dibekuk Sat Reskrim Polres Madiun, Polres Ponorogo dan Polres Trenggalek, Senin (10/12) sekitar pukul 04.00 lalu, diperiksa terpisah. Komplotan ini spesialis curat komputer sejumlah sekolah di Kabupaten Madiun, Trenggalek, Ponorogo, Nganjuk, Jombang dan Lamongan.

“Dalam aksi lidik bersama itu, memperoleh informasi kawanan itu hendak menuju Tuban memakai mobil, informasi itu langsung ditindaklanjuti. Hasilnya, komplotan itu dibekuk di atas Jembatan Laren masuk Kabupaten Lamongan, saat itu Senin (10/4) sekitar pukul 04.00 pagi, ke-5 orang komplotan curat itu langsung dibawa ke Mapolres Ponorogo bersama sejumlah barang bukti,” jelas Kapolres Madiun AKBP Ruruh Wicaksono, Rabu (12/12).

Baca:  Cegah Penularan Corona di Stasiun, PT KAI DAOP 7 Lakukan Banyak Hal

Komplotan curat yaitu Gun (44) Desa Sempusari, Kecamatan Kaliwates ,Kabupaten Jember, Kho(38) Kelurahan Ancol, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara, Sug (53) Desa Kemiri, Kecamatan Malo, Kabupaten Bojonegoro. Lalu, Ar(29) Kampung Padurung, Lebak Gedong, Rangkas Bitung, Jabar dan Sarj(28) Desa Manukan, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro.

Sedangkan, Kho warga Jakarta Utara menjalani pemeriksaan di Polres Madiun, Gun dan Sar di Polres Trenggalek, sisanya diperiksa di Polres Ponorogo. Pengakuan Kho kepada petugas sebelum beraksi mencari sasaran jauh dari rumah warga, setelah didapat melalui Google Map mereka mengamati lokasi.

“Seperti saat beraksi di SMPN 2 Gemarang, Kabupaten Madiun, medio 9 Oktober 2018 lalu, begitu diyakini kondisi sepi komplotan langsung beraksi dengan mudahnya. Kawanan itu di SMPN 2 Gemarang menggasak 3 unit CPU, baru diketahui keesokan harinya. Mereka menggasak CPU komputer per unit seharga Rp 8 juta per unit, sedangkan hasil curian dijual Rp 800 ribu per unit di pasar loak Jakarta.

Baca:  Danrem 081/ DSJ Madiun Tinjau Rabat Jalan TMMD di Trenggalek

Tersangka Khoirul mengaku tertarik dan langsung terlibat dalam komplotan curat spesialis komputer, saat bertemu anggota komplotan itu di Jakarta.

“Saya tertarik, karena terdesak ekonomi. “Rumah tinggal terbakar hingga bingung mencari kerja, dalam aksi di 6 kabupaten saya bersama 4 komplotan beraksi tanpa cacat atau berhasil Hasil curian dipotong sewa mobil dan lainnya dibagi rata,” ujarnya.

Kapolres Madiun juga mengatakan pihaknya masih meminta keterangan secara intensif kemungkinan komplotan beraksi di daerah lainnya, meski saat ini mengaku di 6 kabupaten itu. Atas perbuatannya tersangka dijerat pasal 363 ayat (1) ke 3e, 4e,5e dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara,” tandasnya. (ab)