Layanan Paten di Trenggalek, Pastikan Pangkas Ruwetnya Birokrasi

Emil Elestianto Dardak melihat langsung kantor Paten di Kantor Kec. Panggul yang akan melayani warga sekitar dalam mengurus berbagai hal yang menyangkut dengan pemerintah

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur resmi menerapkan Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (PATEN). Salah satunya yang sudah dilaunching adalah Kecamatan Panggul yang diharapkan dapat mendorong percepatan Pangul sebagai rintisan kota perdagangan dan jasa.

Paten itu sendiri, merupakan bentuk pelimpahan bentuk kewenangan Bupati kepada Camat. Dengan Paten pemerintah ingin menempatkan Kecamatan sebagi pelayanan terdepan bagi warga masyarakat.

Bupati Trenggalek Dr Emil Elestianto Dardak, M.Sc, mengatakan banyak kewenangan yang diserahkan kepada kecamatan supaya pelayanan semakin dekat dengan masyarakat, atau masyarakat tidak perlu jauh-jauh mengurus beberapa keperluan pribadinya.

Baca:  Hujan Deras Akibatkan Sejumlah Titik di Trenggalek Longsor dan Jembatan Putus

“Itu untuk memotong jarak tempuh juga agar semua warga bisa terlayani kebutuhannya,”ungkapnya, Selasa,(12/12) di Trenggalek.

Dengan pelayanan Paten, menurutnya, semakin mendekatkan pemerintah dengan masyarakat, sehingga masyarakat tidak harus susah payah mengurus kebutuhannya serta tentunya bisa semakin bahagia.

“Angka Kebahagiaan Hidup pastinya akan tercapai sebagai efek dari diberlakukannya Paten itu,” imbuhnya.

Emil berharap Paten segera dibuka di kecmatan yang lain, khususnya di dearah yang berjarak tempuh jauh serta geografisnya memang bergun ung-gunung.

“Jangan lebih enam bulan terangnya,”tegasnya.

Disinggung penganugerahan penghargaan zona integritas oleh Kementrian PAN-RB dimana Kecamatan Panggul menjadi salah satu dari 6 Kecamatan di Indonesia yang mendapatkan penghargaan WBK, Emil Dardak kembali menegaskan jika Panggul akan menjadi acuan model Nasional.

Baca:  DPRD Trenggalek Beri Sepuluh Catatan Strategis di LKPJ Bupati 2017

“Siap-siap Panggul akan banyak dikunjungi oleh kecamatan lainnya di Indonesia untuk dilakukan study banding,” terangnya.

Bupati Trenggalek ini juga menyoroti mengenai lamanya kepengurusan administrasi kependudukan (Adminduk) karena terhambat regulasi dan jarak untuk ke dinas yang ada di ibukota kabupaten.

“Pengurusan Adminduk sekarang sudah bisa dilakukan setiap harinya di sini,” tandasnya.

Dengan kondisi kekurangan itulah justru melahirkan inovasi untuk membentuk Unit Pelayanan Teknis (UPT) di tiga Kecamatan terjauh yang ada di wilayah Trenggalek guna mempermudah masyarakat mendapatkan administrasi kependudukan tanpa harus jauh-jauh pergi ke Trenggalek.

“Kalau sudah seperti ini kepengurusan adminduk bisa mudah dan tentunya akan mengurangi praktek pungli,” tegasnya.(ham)

WELAS ARSO
Baca:  Alami Kekeringan, Warga Dusun Jenggring, Duri Ponorogo Harus Mandi Sehari Sekali