Begini Penjelasan Ketua PKS Trenggalek Tentang Janji Kampanye 2019

Subadianto, Ketua DPD PKS Kab,. Trenggalek

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Partai Keadilan Sejahtera (PKS) melalui Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, mengaku akan memperjuangkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Penghapusan Pajak Sepeda Motor dan Pemberlakuan SIM Seumur Hidup bila memenangi Pemilu 2019.

Subadianto, Ketua DPD PKS Kabupaten Trenggalek menjelaskan dengan cara itu ,akan mengurangi beban masyarakat dalam menghadapi beban rakyat yang semakin berat.

“Dengan kenaikan Tarif Dasar Listrik dan harga pangan yang melambung, PKS memperjuangkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Penghapusan Pajak Sepeda Motor dan Pemberlakuan SIM Seumur Hidup,” katanya, Kamis (13/12) di Trenggalek.

Pajak sepeda motor yang dimaksud, masih lanjut Subadianto, adalah pajak kendaraan bermotor (PKB), pajak bea balik nama kendaraan bermotor (PBBNKB), Tarif Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan, biaya administrasi Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), dan biaya administrasi Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) untuk sepeda motor ber-cc kecil.

“Data-data menunjukkan beban hidup rakyat semakin berat karena tarif dasar listrik naik dan harga beras kualitas medium yang terus naik. Pengurangan beban sekecil apapun, termasuk misalnya pengurangan pajak (tax cuts) dan pembayaran SIM hanya sekali seumur hidup akan disambut rakyat dengan gembira,”lanjutnya.

Menurut politisi yang kini menjabat Ketua Fraksi PAS DPRD Kabupaten Trenggalek ini, ada 105 juta sepeda motor di Indonesia yang sebagian besarnya dimiliki rakyat kecil dan itu sebagian juga warga Trenggalek, sehingga pemilik sepeda motor yang sedang beranjak dari kelas bawah menuju menengah adalah orang-orang yang paling diuntungkan dengan kebijakan ini.

“Penghapusan pajak ini juga mengurangi kerepotan, kerumitan, dan waktu produktif yang hilang karena harus mengurus surat-surat yang seharusnya dapat digunakan untuk bekerja. Sepeda motor adalah juga alat produksi baik pedesaan dan perkotaan,” tegasnya.

Subadianto menegaskan janji soal kebijakan ini adalah insentif untuk mengurangi beban hidup masyarakat, sedang insentif yang diberikan pemerintah selama hanya diperuntukkan bagi masyarakat kelas atas.

“Tentu ini adalah kampanye gagasan bagi kami dan saya kira partai lain belum menyampaikan ini dan kami lihat bahwa ini adalah janji PKS ketika PKS Allah takdirkan menang (pemilu) 2019 maka salah satu janjinya adalah ini,”pungkasnya.(ham)

WELAS ARSO