Dua Pengedar Pil Koplo Asal Tulungagung Tertangkap Polisi

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Aris, (38), Warga Desa Jaten dan Supar, (37) warga Desa Kluntung keduanya masuk wilayah Kecamatan Sendang Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur harus meringkuk di sel tahanan Mapolres Trenggalek.

Pasalnya kedua pria ini tertangkap basah sedang mempersiapkan mengedarkan Pil berjenis dobel L di wilayah Trenggalek, tepatnya di halaman sebuah minimarket Desa Wocoyo Kecamatan Pogalan Kabupaten Trenggalek, Senin, (10/12).

Kapolres Trenggalek AKBP Didit Bambang Wibowo S.membenarkan adanya peristiwa tersebut dan untuk saat ini kasus tersebut berikut barang bukti berupa 5 bungkus plastik berisikan pil dobel L dan uang tunai Rp. 171 Ribu diamankan petugas.

“Benar , kita telah melakukan penangkapan atas kedua pria asal Tulungagung yang diduga bersiap mengedarkan Pil koplo,” ungkapnya.

Awaalnya, masih kata Didit, informasi tentang peredaran Pil Koplo di wilayah hukumnya tengah marak terjadi dan pelakunya justru dari luar Trenggalek.

“Kedua pelaku sudah kita buntuti sejak lama , karena informasi dari masyarakat,”katanya.

Setelah pihaknya memperoleh bukti yang kuat atas kelakuan pelaku yang kerap mengedarkan dan menjual belikan pil itu di konsumen Trenggalek, maka saat terlena keduanya ditangkap.

“Kita sudah lama memantau aktifitas keduanya yang sering berjualan barang haram itu di Trenggalek. Bertepatan situasi yang memungkinkan , akhirnya keduanya kita amankan,” tandasnya.

Didit menerangkan, dari tangan pelaku , pihaknya berhasil mengamnkan barang bukti berupa 5 bungkus berisi pil dobel L, uang tunai Rp 171Ribu yang diduga hasil penjualan barang tersebut dan sebuah HP yang berfungsi sebagai sarana transaksi pil itu.

“Semua barang bukti dari tangan pelaku termasuk uang yang diduga hasil penjualan kini kita amankan,” terangnya.

Akibat tertangkapnya kedua pelaku itu, masih penjelasan Didit, pihaknya segera melakukan pengdembangan kasus yang dimungkinkan pelaku ini adalah bagian dari jaringan yang sudah lama beraksi di dunia jula beli obat terlarang.

“Saat ini kami masih melakukan pengembangan kasus dan mencari keberadaan jaringan di atasnya,” pungkasnya. (yon/ham)

WELAS ARSO