Ratusan Warga Terdampak Pembangunan Waduk Bagong Dipahamkan Tim BBWS Brantas 

jajaran Forpimka Bendungan Kab. Trenggalek bersama BBWS Brantas pahamkan rencana pembangunan waduk Bagong kepada warga di tiga desa, yakni Sengon, Sumurup dan Depok, Senin, (17/12)

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Sebanyak 250 orang yang merupakan warga tiga desa di wilayah Kecamatan Bendungan Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur yang terdampak rencana pembangunan waduk Bagong, berembug dengan pihak Pemerintah Kabupaten Trenggalek, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas dan stake holder yang terlkait.

Bertempat di Balai Pertemuan Desa Sengon, warga ketiga desa yang terdampak itu, diantaranya , Desa Sengon,  Desa Sumurup dan Desa Depok mendapatkan sosialisasi tahapan pembangunan yang kini tengah memasuki tahap validasi data warga yang rumah atau tanah sawah dan ladangnya terkena pembangunan, pengurusan perizinan dampak lingkungan dan pempaparan hasil laboratorium tanah yang akan dipergunakan sebagai kawasan bendungan atau waduk.

Baca:  Peringati Hari Bhayangkara ke-74, Polres Bangkalan Salurkan 10 Ton Sembako

Cholik , Camat Bendungan  Pemkab Trenggalek mengatakan pembangunan Bendungan Bagong telah dimulai dari awal tahun 2014 lalu. Namun tahapan yang dilakukan memang berjangka.

“Sejak 2014 yang lalu, kita sudah upayakan pembangunan ini agar berlangsung guna bermanfaat bagi irigasi maupun potensi wisata di Trenggalek utamanya bagian utara,”ungkapnya, Senin, (17/12) di Trenggalek.

Cholik melanjutkan, pada tahun tahun yang berjalan, studi kelayakan dan analisa dampak dari pembangunan itu terus dilakukan sehingga kini tengah membuahkan hasil dengan dibebaskannya lahan milik warga yang berdampak.

“Dari hasil studi kelayakan , memang bendungan ini layak dibangun,”lanjutnya.

Diterangkannya, sebanyak 214,12 hektar lahan yang diperlukan sebagai area waduk, awalnya terdapat lahan utama yang milik Perhutani sebesar 165,49 hektar , lalu mendapatkan lahan tambahan sebesar 46,78 hektar dan tambahan dari hasil lahan ukur sebesra 1,85 hektar.

Baca:  Parade Ambeng Warnai Sedekah Bumi Di Desa Mungli

“jadi total lahan yang akan dipergunakan sebagi saranan waduk itu , total semua lahannya sebesar  214,12 hektar,”terangnya.

Dari total lahan yang asalnya dari warga, kini, masih kata Cholik, pihaknya telah melakukan pendataan lahan yang dibuktikan dengan bukti kepemilikan lahan ataupun masih dalam keadaan leter D maupun C.

“ Validasi data lahan milik warga terus dilakukan agar tidak ada sengketa hukum di kemudian hari seperti yang ada pada pembangunan Bendungan Tugu,”tegasnya.

Cholik berharap , kegiatan pembangunan bendungan Bagong berjalan lancar dan sesuai prosedur yang dada serta jauh dari sengketa apapun. Karena sesuai dengan tujuan dibangunnya bendungan ini untuk kemakmuran warga Trenggalek.

“Untuk warga di luar Kecamatan Bedungan akan menerima dampak bagi irigasi pertanian dan peternakan serta terbebas dari banjir. Dan untuk wilayah Kecamatan Bendungan itu sendiri akan menerima dampak kunjungan wisata , perikanan dan pertanian,” pungkasnya. (ndik/ham)

Baca:  Pemandian Air Panas Brumbun Di Tengah Kemarau Panjang
WELAS ARSO