Edarkan PilKoplo di Kafe, Warga Trenggalek Ini Berurusan Dengan Polisi

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: RS(24) warga Dusun Plapar, Desa/Kecamatan Watulimo, Trenggalek, Jawa Timur,  harus berurusan dengan polisi lantaran tertangkap basah saat mengedarkan pil koplo jenis dobel L di sebuah kafe di daerah Desa Gemaharjo kecamatan setempat, Selasa,(18/12/2018).

Berawal dari informasi masyarakat petugas langsung melakukan penyelidikan terhadap Rofiq yang sudah lama menjadi target polisi. Pria kelahiran Tanjung Karimun ini tertangkap basah saat melakukan transaksi dengan calon pemnbelinya.

Kapolres Trenggalek, AKBP Didit BWS, membenarkan, ternyata pelaku saat tertangkap sedang melakukan transaksi narkoba jenis dobel L di CAFFE SHOP yang ada di kawasan Desa Gemaharjo Kecamatan Watulimo.

“ Tersangka ditangkap saat bertansaksi narkoba di kafe, pada Minggu lalu,”ungkapnya.

Baca:  Jaga Kebugaran Personel Polres Ponorogo Gelar Tes Kesemaptaan Jasmani Semester I Tahun 2020

Informasi awal dari masyarakat sekitar Kafe yang resah dengan adanya aktifitas jual beli narkoba yang banyak melibatkan remaja dan anak di bawah umur.

“Warga sekitar kafe banyak yang lapor ke petugas karena adanya transaksi pil,” lanjutnya.

AKBP Didit melanjutkan, pihaknya melalui Sat Reskoba melakukan penyelidikan dan penyidikan di Tempat Kejadian Perkara(TKP). Tak berselang lama akhirnya ternyata petugas menemukan modus dan tata cara peredaran pil itu.

“ Kita gak butuh watu lama untuk ungkap kasus pil ini, karena pelakuknya warga setempat,”tandasnya.

Dari tangan pelaku, petugas mengamankan delapan  butir pil jenis dobel L yang dikemas dalam plastik klip.

“Dari delapan butir pil kita lakukan pengembanggan ternyata ditemukan pula sebanyak 298 pil dengan jenis yang sama dari rumah pelaku,”tegasnya.

Baca:  DPRD Trenggalek Tindaklanjuti LKPJ Bupati dengan Bentuk Pansus

Dikatakan AKBP Didit , pihaknya juga  mengamankan satu hp dan uang tunai sebesar Rp.98 Ribu yang memperkuat alat bukti hingga menjerat pelaku di ranah hukum.

“ Pelaku kita kuatkan dengan alat bukti lain, seperti HP dan uang tunai yang diduga hasil penjualan pil,” pungkasnya. (ndik/ham)

WELAS ARSO