Jokowi Tepis Tudingan Miring Dirinya , Saat Hadiri Deklarasi Akbar Ulama Madura

BANGKALAN, KkANALINDONESIA.COM: Calon Presiden nomor urut 1 Petahana Joko Widodo tepis tudingan miring tentang dirinya yang aelama ini selalu menjadi makanan empuk bagi lawan politiknya. Saat menghadiri acara Deklarasi Akbar Ulama Madura, yang digelar digedung Rato Ebhu Bangkalan, Madura.Rabu (19/12/2018).

Pada kesempatan tersebut Jokowi menepis sekaligus klarifikasi tentang isyu-isyu miring yang menimpa dirinya. Seperti meluruskan isyu dirinya yang disebut- sebut sebagai seorang PKI. Padahal waktu dinyatakan sebagai partai terlarang atau dibubarkan pada taun1966. Jokowi lahir tahun 1962.

“Dasar saya dibilang PKI logikanya apa? Wong saya lahir rahun 2962. Apa ada balita jadi aggota PKI,” terang Jokowi didepan ribuan pendukungnya

Berikutnys, mantan Gubernur DKI ini meluruskan isyu tentang dirinya yang anti ulama.

“Ini kan aneh, saya kok dibilang anti ulama. Saya hampir detiap hari bertemu para ulama,” tuturya.

Untuk lebih meyakinkan lagi, petahana Joko Widodo menyampaikan tentang penetapan hari Santri Nasional setiap tanggal 22 Oktober yang dia tanda tangani.

Jika memang. saya anti ulama. Saya simpan saja dan tidak usah ditandatangani,” ungkapnya.

Terakhir, mantan Wali Kota Solo ini kembali meluruskan soal isyu dirinya yang disebut sebagai antek asing.

“Ini betul – betul fitnah yang sangat keji,” tegasnya.

Sebagai bukti Jokowi menjelaskan bahwa pada tahun 2015 silam dirinya telah mengambil alih blok mahakam yang waktu itu dikuasai asing. Kemudian sepenuhnya atau seratus persen diserahkan kepada Pertamina.

Termasuk freeport juga sudah kita kuasia 51 persen. Kok bisa – bisanya saya masih dibilang sebagai antek asing,”pungkasnya. (yans).