Sambut Hari Ibu, Nutricia Sarihusada Ajak Ibu Sajikan Makanan Yang Aman dan Sehat

JAKARTA, KANALINDONESIA.COM: Menyambut Hari Ibu yang diperingati tiap tanggal 22 Desember, Danone-Nutricia Sarihusada memberikan edukasi berkelanjutan melalui kampanye Pangan Aman Hidup Sehat dan berbagi tentang pemilihan, proses serta penyajian pangan yang tepat dan aman agar ibu dapat terus memberikan nutrisi terbaik bagi keluarganya.

Arif Mujahidin, Communication Director Danone Indonesia, mengatakan kampanye Pangan Aman Hidup Sehat sudah diadakan sejak tahun 2016. Kampanye ini wujud nyata kepada konsumen mengenai pangan yang aman agar masyarakat menjadi konsumen cerdas dan bijak dalam memilih dan mengkonsumsi produk pangan.

“Kampanye Pangan Aman Hidup Sehat sudah kami lakukan sejak tahun 2016. Pada tahun ini kami mengangkat tema Menu Aman Pilihan Ibu, Inspirasi Hidup Sehat Keluarga. Kampanye ini sekaligus untuk merayakan datangnya Hari Ibu,” ujar Arif Mujahidin kepada Kanalindonesia.com di Menteng, Jakarta, Rabu (19/12/2018).

Arif menjelaskan tema tahun ini diangkat berangkat dari kekhawatiran orangtua terutama ibu akan penyediaan pangan yang tepat setiap hari.

Menurut data WHO, 1 dari 10 orang di dunia jatuh sakit setiap tahun karena mengkonsumsi makanan yang terkontaminasi kuman dengan 420.000 orang meninggal karenanya. Terlebih, anak usia di bawah 5 tahun memiliki resiko besar terjangkit penyakit yang berhubungan dengan makanan.

“Makanan yang tidak aman membawa bakteri, virus, kuman, parasit berbahaya dan kandungan bahan kimia yang dapat menyebabkan 200 jenis penyakit, diantaranya diare,” ungkap Arif.

Menurutnya, pangan aman sangat erat kaitannya dengan gizi seimbang serta kebiasaan yang dilakukan oleh orangtuanya, terutama ibu yang paling berperan penting dalam menentukan pangan yang dikonsumsi keluarga.

Berdasarkan penelitian McKindsey & Company, bahwa ibu merupakan pengambil keputusan utama konsumen, bertanggungjawab untuk 85% seluruh jenis pembelian dan 93% pembelian bahan pangan yang dikonsumsi setiap hari.

Oleh karena itu, kata Arif, keluarga dapat lebih bijak dalam memilih dan memahami pangan.

“Terkait keamanan pangan, kami mendukung inisiatif pemerintah dengan mengedukasi ibu dan anak mengenai pola makan bernutrisi seimbang. Bersama FEMA IPB, kami mengembangkan panduan makan bergizi isi piringku untuk anak 4-6 tahun yang dilengkapi dengan pelatihan kepada ibu dan guru PAUD, buku resep, hingga alat bantu peraga pendidikan. Saya berharap usaha keberlanjutan ini dapat mendorong kebiasaan makan yang baik kepada anak,” tutur Arif. @Rudi